FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 11)

[Hyo-Kyu couple] “My Love, My Kiss, My Heart”

 

Author : Yarica Eryana (Yoon Yeon Hyo)

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Blog : http://www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com

 

Main Cast :   Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun Super Junior

Kim Jong Woon a.k.a Jong Woon / Yesung Super Junior

Lee Hyuk Jae a.k.a Hyuk Jae / Eunhyuk Super Junior

Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

Anisa Sujueunhyuklovers Zwanzig a.k.a Yoon Chae Eun

Kim Sky Kyu a.k.a Shim Na Na

 

 

Sub Cast :      Azk Ririn Kiseki-vipelfKyunnie a.k.a Shin Rin Rin

                        Frisca Setiawan a.k.a Shin Ri Young

Kim Hyun Sang

Niken Refanthira a.k.a Shin Ne Yon

Adinda Firdha Dewi a.k.a Shin Ha Ra

ALL member Super Junior

 

 

 

 

Genre : Romance, Comfort

 

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

 

 

~[Hyo-Kyu quotes]~

 

“Bagiku dirinya itu seperti api. Sering meledak-ledak, tak bisa dihentikan. Tapi aku selalu membutuhkan api itu untuk membuatku tetap bertahan hidup. Tanpanya disisiku, seperti memakan makanan mentah setiap hari.” –Cho Kyuhyun-

 

“Dia itu seperti musik. Hidup akan terasa sepi tanpa teriakannya di telingaku.” –Yoon Yeon Hyo-

 

 

 

 

FF “My Love, My Kiss, My Heart” *PART 11*

 

 

 

Ya!! Itu es krim-ku! Jangan dimakan, bodoh!” teriakku lagi.

 

“Cepat panggil aku dengan sebutan ‘Oppa’.”

 

Aku menggeleng tegas.

 

“Cepat katakan!” ujarnya sambil melirikku dengan tatapan yang sangat evil. Ya! Namja ini benar-benar pantas disebut ‘pangeran kegelapan’! Dasar menyebalkan!

 

Oppa….” bisik ku hampir tak terdengar.

 

“Ulangi!” perintahnya yang membuatku semakin merasa kesal saja.

 

OPPA!!!!” teriakku tepat di telinganya. Namja itu tersentak kaget dan buru-buru menjitak kepalaku.

 

Ya!! Pelan sedikit!” protesnya. Aku cemberut.

 

Ne…oppa….” sahutku sambil tersenyum sedikit dipaksakan.

 

“Kau jelek,” ujarnya sambil memberikan es krim itu di tanganku. Aku mencibirnya dan fokus memakan es krim-ku dengan cepat.

 

“Kau jelek dan juga rakus sekali,” ucapnya yang membuat mataku melotot. Namja itu terkekeh dan kembali menjalankan mobilnya.

 

“Walaupun begitu, setidaknya aku mulai mencintaimu,” tambahnya lagi. Aku mengernyitkan dan pura-pura tidak mendengar ucapannya barusan. Apakah namja ini benar-benar mencintaiku? Atau cuma ingin menyenangkan hatiku saja? Dan bagaimana perasaan namja ini sebenarnya terhadap Shin Rin Rin?

 

Ya!! Cho Yeon Hyo! Jangan kau habiskan seluruhnya, nanti perutmu sakit!” serunya membuyarkan lamunanku. Aku meliriknya sekilas dan tetap memakan es krim di tanganku. Namja itu mendengus kesal.

 

“Kau memang keras kepala,” tambahnya sambil mengacak pelan rambutku. Aku tetap diam saja tanpa mengeluarkan suaraku sedikit saja. Aku benar-benar merasakan kebingungan yang teramat sangat saat ini.

 

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

 

Chagiya, aku harus segera pulang ke dorm sekarang. Satu jam lagi aku punya jadwal di sebuah acara musik. Nanti manager Kim menceramahiku habis-habisan,” ujarku tiba-tiba. Yeoja itu mendongak menatap wajahku.

 

“Secepat itu?” tanyanya dengan raut wajah kecewa. Kemudian dia kembali mengaduk kuah ramyeon yang hampir habis itu dengan gerakan malas.

 

Oppa, kau selalu sibuk..” tambahnya lagi. Aku menghela napas berat. Aku tak ingin membuatnya kecewa seperti ini.

 

“Nanti malam, aku akan menjemputmu. Arra?” Yeoja itu mengangguk dan tersenyum lebar.

 

“Aku harus pakai baju apa nanti ?” tanyanya yang membuatku menggaruk kepalaku lagi. Aku benar-benar tidak tahu baju apa yang harus dikenakan olehnya nanti malam.

 

“Tunggu sebentar disini,” ujarku kemudian. Aku beranjak dari tempatku duduk dan berjalan menuju sudut restoran yang agak sepi. Dengan cepat aku merogoh saku celanaku dan menemukan benda yang akan menyelamatkan hidupku saat ini. Ponsel!

 

Yeoboseyo?”

 

Yeoboseyo? Hyung! Wae?”

 

“Donghae-ya! Aku butuh bantuanmu saat ini! Ini penting sekali!!” seru ku panik.

 

Wae? Cepat katakan Hyung!” tampaknya Donghae juga ikut-ikutan panik.

 

“Eerr…aku tak tahu harus mulai dari mana…” ujarku putus asa.

 

Ya!! Cepat katakan Hyung!” suara Donghae benar-benar terdengar sangat panik.

 

“Mmm…kalau aku mengajak Na Na makan malam, sebaiknya baju apa yang harus di pakai Na Na?” tanyaku sambil menggaruk kepalaku lagi.

 

“………….” hening. Tak ada jawaban.

 

“Donghae-ya?” panggilku tak sabar.

 

“………….” Masih tak ada jawaban.

 

“Donghae-ya? Kau masih disitu?”

 

“Aahh! Hyung! Kau benar-benar membuatku panik. Ku kira ada hal yang sangat penting!” protes Donghae.

 

“Hehhehee…sudah lah.. cepatkan katakan saja!” Aku cengegesan sendiri.

 

“Tentu saja pakai dress cantik! Atau sebuah gaun!” seru Donghae semangat. Tampaknya dia sudah melupakan kepanikan yang menyelimuti kami berdua tadi.

 

“Aahh~ Ne… kau memang brilian!” teriakku senang. Beberapa pengunjung Babtol tampak melihat ke arahku. Aku segera menutup sambungan teleponku dan bergegas menuju tempat Na Na berada.

 

Yeoja itu tampak bingung saat aku meraih kursiku dan kembali duduk. Aku tersenyum pura-pura tidak ada sesuatu yang gawat tadi.

 

“Kau sebaiknya pakai dress saja. Atau sebuah gaun!” seruku tiba-tiba. Yeoja itu terlonjak kaget dan tampak mengatur napasnya. Sepertinya aku mengagetkannya.

 

Ne…arraseo..” ujarnya pelan, masih dengan wajah kagetnya yang tampak begitu manis?

 

 

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Yaakk! Kita sampai!” teriak ku semangat dan bergegas turun dari mobil. Dengan cepat aku membukakan pintu untuk Yeon Hyo yang tampak tak bergeming dari tempatnya.

 

“Kau mau turun atau tidak?” tanyaku yang membuatnya menoleh.

 

“Gyahhahahhaaaa!!!” aku tertawa sekeras mungkin. Yeoja itu cemberut.

 

Wae? Ada yang salah?” tanya nya tak mengerti.

 

“Hhahahaa..Wajahmu berantakan sekali!” seruku sambil menunjuk-nunjuk wajah bodohnya itu. Aku benar-benar tidak bisa menghentikan tawa ku saat ini. Masih banyak sisa es krim yang menghiasi sudut bibirnya. Yeoja itu cepat-cepat menatap pantulan wajahnya di kaca spion mobilku. Aku kembali tertawa.

 

Ya!! Jangan tertawa, bodoh!” teriaknya kesal.

 

“Wajahmu aneh! hahhahahahaha!!!” Tawaku benar-benar meledak.

 

“Uh!! Aku tak mau turun,” yeoja itu cemberut.

 

Ya!! Nanti eomma memarahiku!” seruku sambil menarik tangannya dengan cepat.

 

Shireo!” sahutnya keras kepala. Yeoja itu mengalihkan pandangannya, tak mau menatapku. Dengan cepat aku mengeluarkan sapu tangan berwarna putih dari saku celanaku dan meraih dagu yeoja itu dengan tangan kananku. Membuat wajahnya kembali menatapku.

Perlahan aku membersihkan sisa-sisa es krim di wajahnya. Pandangan mata kami bertemu. Aku menatapnya sangat dalam. Yeoja itu tak bergeming dan hanya kembali menatapku. Aku merasakan dorongan hebat untuk menciumnya. Perasaan aneh ini datang lagi. Dengan cepat aku menempelkan bibirku di bibir tipis yeoja itu. Yeoja itu tak bergerak dan malah menutup matanya. Aku bisa melihat wajahnya yang merona merah. Debaran jantungku semakin tak karuan saja.

 

Ya!! Romantis sekali kalian berdua!” aku segera melepaskan ciumanku dan menoleh ke arah sumber suara. Yeoja itu tersenyum melihat kami berdua baru saja berciuman tepat di depan matanya.

 

“Ahra noona!!” pekikku sebal. Yeon Hyo menunduk karena malu. Yeoja itu kemudian menghampiri kami dan tersenyum lebar.

 

“Ckckk…ternyata kau agresif sekali Kyunnie,” ujar Ahra noona yang membuat mataku melotot.

 

“Kelakuan namdongsaeng-ku begini rupanya,” tambahnya sambil menggeleng-gelengkan kepala, tanda mengejekku. Dasar!

 

Noona!!” aku memasang wajah sebal. Ahra noona mengelus kepala ku sekilas. Dia memang selalu memanjakanku.

 

“Kau tetap seperti anak kecil, kyu…” komentarnya yang membuatku mencibir. Yeoja itu melirik Yeon Hyo yang sedari tadi menunduk.

 

“Yeon Hyo-ya? Sedang apa kau di situ? Mari masuk, kajja!” Ahra noona menggandeng lengan Yeon Hyo.

 

“Ya!! Tidak mengajakku !” seruku sebal. Ahra noona menoleh dan tersenyum evil.

 

“Apa kau lupa jalan masuk, Tuan Cho?” sindirnya yang membuatku semakin cemberut. Ahra noona terus saja berjalan sambil sesekali tertawa bersama Yeon Hyo.

 

Ya!! Cho Ahra!!”

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Chae Eun PoV*

 

“Chae Eun-ah!” aku menoleh. Namja itu keluar dari mobilnya dan melambaikan tangan. Aku bergegas menghampirinya. Aku tak mau ELF mengenalinya, karena dia keluar dari mobil hitam itu tanpa penyamaran sama sekali!

 

Oppa, cepat masuk !” teriak ku panik. Namja itu memamerkan senyum gusinya dan bergegas membuka pintu mobil untukku. Dengan cepat aku masuk ke dalam mobil itu dengan napas memburu.

 

Ya!! Oppa! Apa yang kau lakukan?!” seru ku panik. Berulang kali aku menoleh ke belakang dan samping kanan kiri ku, takut ada yang melihatku masuk ke dalam mobil hitam ini. Namja itu hanya cengengesan. Seolah hal itu sudah biasa baginya.

 

“Aku datang menjemputmu Chae Eun-ah…” sahutnya sambil nyengir. Aku mengatur napasku.

 

“Tapi aku kan bawa mobil,” ujarku datar. Namja itu melongo.

 

“Jadi aku datang hanya sia-sia saja?” tanya nya dengan nada kecewa.

 

Aniya oppa…aku senang!” ungkapku jujur. Namja itu kembali memamerkan senyum gusinya. “

 

Sebenarnya kami ada jadwal latihan siang ini, tapi ku sempatkan bertemu denganmu…” jelasnya sambil meraih sekaleng minuman soda dan menyodorkannya padaku.

 

“Kau pasti haus karena adegan lari-lari tadi,” tambahnya sambil menatap mataku dalam. Aku salah tingkah.

 

“Aahh~ gomawo oppa,” sahutku sambil membuka kaleng soda itu dan meminumnya sedikit. Aku berusaha tidak gugup saat di sampingnya seperti ini.

 

“Ada satu hal yang harus oppa katakan,” ucapnya yang membuatku menoleh.

 

Waeyo oppa? Katakan saja.” Namja tampan itu mengangguk dan menghela napas berat. Ku lihat keningnya sedikit berkerut. Sepertinya ada masalah yang membebani pikirannya.

 

“Kau tahu, mungkin aku tidak pandai dalam berkata-kata seperti Leeteuk hyung atau Sungmin hyung. Aku juga tidak terlalu dekat dengan Kyuhyun. Kyuhyun paling dekat dengan Sungmin hyung. Sedangkan aku dekat dengan Donghae. Tapi walaupun begitu aku tetap mencemaskan keadaan magnae itu,” ujarnya yang membuatku tak mengerti.

 

“Maksud oppa?” tanyaku pelan.

 

“Ini tentang Yeon Hyo dan Kyuhyun. Sebentar lagi kami akan dibuat sibuk oleh jadwal comebackstage album terbaru kami. Mungkin Kyuhyun akan semakin sulit bertemu Yeon Hyo.”

 

Aku mulai merasakan sesuatu yang tidak beres.

 

“Kau tidak mungkin kan membiarkan Yeon Hyo yang sedang hamil itu tinggal sendirian?” Aku menggeleng cepat.

 

“Sepertinya kau harus tinggal dirumah kakakmu itu Chae Eun-ah. Kau tidak mungkin membiarkannya sendirian selama jadwal kami yang padat itu.” Aku mulai mengerti arah pembicaraan ini.

 

“Dan tolong rahasiakan segala yang kau ketahui tentang Shin Rin Rin. Aku tak mau keluarga kecil Cho itu bertengkar lagi, kasihan Yeon Hyo…”

 

Aku menghela napas berat.

 

“Jadi maksud oppa, aku harus sebisa mungkin menjauhkan kehidupan Yeon Hyo eonni dari Shin Rin Rin?” Eunhyuk oppa mengangguk.

 

“Kau harus mencegahnya bertemu dengan Rin Rin. Jika mereka bertemu, akan terjadi hal di luar dugaan kita. Dan ini juga perintah dari Leeteuk hyung.” Aku berusaha mencerna semua perkataan Eunhyuk oppa barusan. Ini pasti akan sangat sulit dilakukan.

 

“Pasti sulit sekali oppa, kau tahu sendiri kan bagaimana eonni-ku itu…”

 

 Namja itu tersenyum.

 

Ne…Yeon Hyo itu sama seperti Kyuhyun, sama-sama keras kepala.”

 

 

*Chae Eun PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

“Yeon Hyo-ya! Akhirnya kau datang!” Ibu Kyuhyun langsung menarikku ke dalam pelukannya yang begitu hangat. Ahra eonni tersenyum sambil menyentil hidung Kyuhyun yang sedari tadi hanya duduk cemberut di kursinya.

 

“Kyuhyun menjagamu dengan baik?” tanya wanita paruh baya itu sambil melepaskan pelukannya dan tersenyum cerah.

 

Ne, dia baik sekali,” sahutku yang membuat Ahra eonni menghampiri kami dan tersenyum evil. Wajahnya mirip sekali dengan Kyuhyun. Dia yeoja yang sangat cantik.

 

“Mereka romantis sekali eomma. Aku tadi melihat mereka berciuman di halaman depan!” seru Ahra eonni dengan nada riang. Kyuhyun terbatuk hebat, sedangkan aku hanya bisa ternganga.

 

Jinjja? Omonaa…kalian manis sekali!” komentar eomma-nya Kyuhyun membuatku hampir pingsan di tempat. Yang benar saja!

 

“Mereka memang manis sekali eomma. Lihat lah! Mereka juga memakai baju dengan warna yang sama!” tambah Ahra eonni yang sontak membuatku dan Kyuhyun sama-sama memeriksa baju masing-masing. Sial! Ternyata benar! Aku memakai dress putih selutut dengan pita hitam menghiasi sisi kanan rambutku, sedangkan Kyuhyun memakai dalaman kaos berwarna hitam dipadu dengan blazer putih. Membuat kami benar-benar terlihat begitu kompak.

 

Aku menoleh takut-takut ke arah Kyuhyun, ternyata wajahnya telah berubah menjadi sangat jutek. Pasti dia ingin menyalahkanku atas semua kejadian ini. Aiish! Tampangnya membuatku kesal saja.

 

“Ahra benar! Kalian tampak serasi sekali,” komentar ibu Kyuhyun sambil mengatupkan kedua telapak tangannya dan menaruhnya di dagu. Eomma-nya Kyuhyun itu terlihat berbinar. Ahra eonni juga tampak sangat puas. Saat aku ingin membuka suara, tiba-tiba saja Kyuhyun beranjak dari kursi tempatnya duduk dan merangkul bahuku.

 

“Kami memang romantis eomma…hahhhaa..” sambar Kyuhyun yang membuatku menatapnya tajam. Tawanya terdengar terlalu dipaksakan. Aku tahu, saat ibu mertuaku dan Ahra eonni tidak ada disini dia pasti akan mengamuk seperti biasanya.

 

Ne…eomma senang melihat kalian bisa akur.”

 

Kami mengangguk serempak. Ahra eonni semakin mengembangkan senyumnya.

 

“Kau memang yeoja yang tepat untuk namdongsaeng-ku, Yeon Hyo-ya. Kau bisa membuat Kyunnie yang evil ini menjadi sangat jinak,” timpal Ahra eonni yang membuat Kyuhyun cengengesan. Ekor mataku menangkap raut wajahnya yang benar-benar sangat jutek. Sorotan matanya berubah menjadi sangat dingin, sedingin kristal es. Dia pasti kesal sekali saat mendengar komentar Ahra eonni barusan. Dia paling tidak suka dipanggil evil, nakal, atau sebagainya. Tapi dia begitu menyayangi kakak perempuannya itu. Namja ini terlalu segan pada Ahra eonni. Yang pasti, dia akan mengamuk saat hanya berdua denganku nanti. Dan menunjukkan sifat aslinya yang benar-benar seperti setan itu.

 

“Kyuhyun-ah, kau dan Yeon Hyo jaga rumah sebentar. Eomma dan Ahra mau belanja keperluan dapur. Ahra juga ingin membelikan sesuatu untuk kalian berdua,” ujar ibu Kyuhyun yang membuat kami mengangguk berbarengan. Ahra eonni tersenyum dengan senyuman manisnya yang khas.

 

“Jangan bertengkar, arra?” tambah ibu mertuaku itu lagi. Terdengar mengingatkan.

 

Ne…arraseo…” sahut kami serempak. Ahra eonni meraih kunci mobil dengan mengedipkan sebelah matanya padaku. Sedangkan ibu Kyuhyun menyandang tas hitamnya di bahu kiri dan mengisyaratkan pada Ahra eonni untuk segera berangkat. Aku dan Kyuhyun hanya berdiri mematung menatap kepergian mereka dengan posisi tangan kiri Kyuhyun masih merangkul bahuku. Setelah sedan mewah itu tampak meninggalkan halaman depan, kami berdua sontak saling berpandangan.

 

Ya!! Jauhkan dirimu!”

 

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

“Donghae-ya! Sekali ini saja,” ujarku dengan tampang memelas. Namja itu masih berbaring di sofa sambil membolak-balikkan majalah sport yang tengah dibacanya.

 

“Aku sedang malas, hyung,” sahutnya terdengar asal-asalan. Aish! Sejak kapan Donghae yang baik hati berubah menjadi malas-malasan seperti ini? Apakah virus Kyuhyun sudah menyebar ke dalam tubuh Donghae? Aish! Tidak! Itu terlalu mengerikan!

 

“Kau kan pangeran yang baik hati. Apa kau tidak mau membantu kakakmu yang kepayahan ini?” suaraku terdengar sangat serak. Donghae menutup majalahnya dan menatap wajahku sekilas.

 

“Wajahmu tidak terlihat menderita, hyung,” komentarnya membuatku cemberut dan menghempaskan tubuhku dengan sangat tidak berdaya di lantai. Aku berguling dan menghela napasku agar terdengar frustasi. Donghae ternyata bereaksi dan segera duduk menatapku yang tampak begitu merana.

 

Hyung, waeyo? Kau sepertinya dalam masalah besar,” ujar Donghae terpancing. Aku menahan senyumku dan melanjutkan strategiku. Donghae itu tipe namja yang mudah merasa kasihan.

 

Ne, benar-benar masalah besar,” sahutku mendramatisir. Wajah Donghae tampak begitu iba.

 

“Waeyo hyung? Mungkin aku bisa membantumu…” ini ucapan yang ku tunggu-tunggu sejak tadi.

 

“Tentu saja!!” pekik ku antusias sambil duduk menatap lurus ke arahnya. Aku tersenyum lebar. Namja itu tersentak kaget dan mengelus dadanya cepat. Tampaknya dia hampir mati karena serangan jantung mendadak.

 

Ya!! Hyung! Kau selalu mengejutkanku!” protesnya sambil mendengus kesal. Aku tertawa penuh kemenangan.

 

“Jadi kau mau membantuku?” tanya ku sambil mengedip-ngedipkan kedua kelopak mataku.

 

Ne…” sahutnya pasrah.

 

Gomawo!!” pekik ku sambil memeluk ikan itu dengan sangat kuat. Aku terlalu senang.

 

Ya!! Lepaskan Hyung!”

 

 

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

*Chae Eun PoV*

 

Gomawo sudah datang menemuiku,” ujar namja itu sambil membungkukkan badannya. Aku tersenyum.

 

Cheonmaneyo oppa. ini juga demi Yeon Hyo eonni,” sahutku sambil tersenyum tipis.

 

“Eunhyuk pasti telah memberi tahu semuanya. Lalu bagaimana pendapatmu?” tanya nya. Aku menghela napas berat.

 

“Itu cukup sulit oppa, tapi akan ku usahakan.” Lesung pipi namja itu kembali terlihat jelas.

 

“Jong Woon juga menyetujui rencana ini,” tambahnya berusaha menyakinkan.

 

“Tapi bagaimana denganmu oppa? Kau bisa-bisa dimusuhi oleh dongsaeng-mu sendiri. Resikonya terlalu besar,” ungkapku jujur. Aku belum sepenuhnya bisa menerima rencana ini. Terlalu mengerikan.

 

“Maksudmu? Kyuhyun?” tanya nya polos. Aku mengangguk cepat.

 

“Aku yakin dia pasti mengerti suatu saat nanti.” Leeteuk oppa menghela nafas berat dan kemudian merogoh saku celananya.

 

“Bawa lah ini. Dan berikan pada Yeon Hyo saat Kyuhyun sedang tidak berada didekatnya,”  aku menatap benda bulat kecil cemerlang itu dengan perasaan yang tidak bisa ku lukiskan.

 

Oppa.. liontin ini cantik sekali,” desisku kagum. Ukirannya begitu halus dan permata berwarna sapphire blue berada di titik pusatnya. Namja itu mengangguk.

 

“Tapi untuk apa ini?” tanyaku heran. Namja itu kembali tersenyum dengan lesung pipi menghiasi wajahnya yang tampan.

 

“Kau akan tahu semuanya setelah rencana ini berhasil di lakukan,” sahutnya.

 

Ne.. arraseo…”

 

 

*Chae Eun PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

Ya!! Kenapa kau memakai dress yang sama dengan warna bajuku?!” pekik ku kesal. Yeoja itu melipat kedua tangannya dan menatapku dengan pandangan malas.

 

“Jadi, apa masalahmu?” tanya nya ketus. Raut wajahnya tampak begitu dingin.

 

“Cho Yeon Hyo! Aku bertanya padamu!” pekik ku lagi.

 

Aniya, itu hanya kebetulan saja,” sahutnya asal-asalan. Aku mendengus kesal.

 

“Kyuhyun-ah, pinjam PSP-mu. Aku mau main game,” ujarnya yang membuatku melongo heran. Aku tidak pernah melihat yeoja ini bermain game sebelumnya.

 

Waeyo? Kenapa kau malah diam? Cepat berikan PSP-mu!” serunya tak sabar. Aku menggeleng cepat.

 

Shireo! Tidak akan ku pinjamkan,” sahutku cuek. Yeoja itu menatapku tajam.

 

Ya!! Cho Kyuhyun! Aku mau main game!!” pekiknya tampak kesal sekali. Aku memandangnya dengan tatapan heran. Yeoja ini memang sering marah padaku, tapi hari ini dia lebih sensitif dari pada biasanya. Dari tadi bisanya hanya berteriak memerintah saja. Waeyo? Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Di cuaca sedingin ini, dia malah makan es krim yang porsinya sangat tidak wajar untuk ukuran seorang yeoja. Dan sekarang dia ingin bermain game? Makin lama, permintaannya itu semakin aneh saja.

 

“Jangan melamun! Cepat berikan!” teriaknya lagi. Kini yeoja itu tengah membongkar isi tas hitam kecilku yang tergeletak diatas meja. Tas itu merupakan tempat khusus menyimpan benda pusakaku, PSP.

 

Ya!! Jangan bongkar tas-ku sembarangan, bodoh!” seruku protes sambil meraih tas yang tengah dibukanya itu.

 

“Aku mau main game!” teriaknya keras. Aku menutup kedua telingaku.

 

Ya!! Bersikaplah lembut seperti seorang yeoja normal!” bentak ku yang membuatnya terdiam. Perlahan kilauan bening mengalir di sudut matanya. Aku tersentak kaget. Yeoja ini menangis? Tidak seperti biasanya.

 

Waeyo? Jangan menangis,” ucapku lembut sambil menghapus air matanya. Yeoja itu menatapku dengan tatapan sendu.

 

“Pinjamkan aku PSP. Baru aku tidak menangis lagi,” sahutnya yang membuatku menyipitkan mataku.

 

“Meminjamkanmu PSP ?” ulangku yang dijawab oleh anggukan ringan oleh Yeon Hyo.

 

Ne… arraseo..” sahutku pasrah. Yeoja itu tersenyum dengan mata berbinar. Dengan cepat dia menyambar PSP yang baru saja ku keluarkan dari tas hitam kecilku. Tak lama kemudian, tangisnya itu berubah menjadi tawa yang meledak-ledak. Dia benar-benar aneh.

 

Tiba-tiba saja ponselku berdering. Dengan cepat aku merogoh saku celanaku. Yeoja itu tampak sedikit bereaksi.

 

Nugu?” tanya Yeon Hyo penasaran. Yeoja itu menghentikan permainan PSP-nya dan menatapku tak berkedip.

 

“Sungmin hyung…” sahutku cepat. Yeoja itu mengangguk dan meneruskan aktifitasnya lagi.

 

Yeoboseyo? Ne.. waeyo hyung?”

 

“………”

 

Mwoya?! Latihan vocal siang ini? Ne.. arraseo…” aku menutup sambungan teleponku dan beralih menatap yeoja yang asyik bermain game itu.

 

“Sepertinya kita harus pulang sekarang.”

 

Yeon Hyo menoleh.

 

Waeyo? Bukan kah eomma menyuruh kita menunggu mereka disini?” Aku mengangguk.

 

“Tapi aku punya jadwal latihan vocal siang ini. Yesung hyung pasti menceramahiku jika aku datang terlambat,” jelasku yang disambut raut wajah kecewa olehnya.

 

“Ku kira kita akan menginap disini,” desisnya pelan.

 

Mwoya? Kau mau menginap disini?” tanya ku heran.

 

Ne…tapi sepertinya kau harus pulang ke dorm Super Junior malam ini,” ucapannya tepat sekali. Aku kembali mengangguk. Wajah cantiknya semakin terlihat murung. Wae? dia tidak biasanya seperti ini.

 

“Aahh~ baiklah.. Kita tunggu sampai eomma dan Ahra noona kembali,” ujarku yang disambut sorakan gembira olehnya.

 

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

“Hal pertama yang harus Hyung lakukan adalah bersikap normal,” ucap Donghae yang membuatku melotot. Kami tengah berada di ruang latihan vocal sekarang. Hanya ada aku, Donghae, Eunhyuk, Sungmin dan Siwon disini. Shindong sedang makan siang bersama Ryeowook. Kyuhyun sedang dalam perjalanan menuju kemari. Sedangkan Leeteuk hyung belum kembali dari misi pentingnya.

 

Ya!! Apa maksudmu dengan bersikap normal?!” seruku yang disambut dengan tawa sumbang Eunhyuk. Sungmin yang sedari tadi berlatih vocal dengan serius, menghentikan nyanyiannya dan melotot ke arah Eunhyuk. Eunhyuk segera membungkam tawanya dan kemudian kembali  bernyanyi bersama Sungmin. Siwon yang terdampar di pojok ruangan tampak sibuk dengan kertas-kertas naskah dramanya. Pandanganku kembali fokus menatap Donghae, namja ikan itu menahan tawanya.

 

Mianhae Hyung, maksudku bersikap romantis,” ralatnya sambil tersenyum. Namja itu kemudian meraih secarik kertas dan kemudian sibuk mencoret-coret kertas putih itu dengan tulisan tangannya yang seperti cakar ayam. Terlalu jelek untuk ukuran seorang Lee Donghae Super Junior. Sungguh memalukan.

 

“Yak! Sudah jadi! Baca lah hyung!” serunya tampak senang. Aku menyambar kertas yang penuh dengan tulisan cakar ayam itu dan membacanya dengan susah payah.

 

“Sepuluh macam cara agar tidak di tolak seorang yeoja??!!” aku menyipitkan mataku saat berhasil membaca kalimat pertama.

 

Ya!! Aku ini tidak di tolak olehnya!” pekik ku protes. Donghae cengengesan.

 

“Baca saja Hyung,” jawabnya kalem. Aku mengatur napasku. Kalau saja Na Na tidak menyuruhku ‘berguru’ pada ikan mokpo ini, tentu aku tidak mau meminta pendapatnya!

 

*10 Macam cara agar tidak di tolak seorang yeoja*

 

*1. Sebisa mungkin terlihat tampan di hadapannya*

Ya!! Aku ini memang tampan sejak lahir!” seruku sambil bersungut-sungut. Donghae menggeleng. Dan kemudian mengangguk saat mataku menatapnya sadis.

 

*2. Bawakan bunga mawar merah untuknya*

“Na Na tidak suka bunga mawar merah, dia suka bunga lily,” komentarku yang kali ini membuat Donghae berbalik menatapku sadis.

 

*3. Bawakan dia cokelat berbentuk hati*

 

 Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. “Na Na tidak suka cokelat, dia suka ramyeon.”

Donghae melotot.

 

*4. Ajak dia bersepeda di tepi pantai*

Aku menghela napas berat. “Kurasa Na Na lebih menyukai bioskop dari pada pantai.”

Donghae menepuk dahinya.

 

*5. Nyanyikan sebuah lagu romantis untuknya*

 

“Dia lebih suka menonton MV Super Junior ketimbang mendengarku menyanyikan lagu solo.”

Donghae menggerutu sendirian.  

 

*6. Berikan Ddangkoma atau Kkoming untuknya*

 “Haruskah aku melakukan hal itu?” tanyaku sambil melotot. Donghae cengengesan.

 

*7. Mengajaknya makan malam dibawah taburan bintang* 

Ya!! Kau pikir masih ada tempat seperti ini di kota padat seperti Seoul?” seruku sambil menatapnya sadis.

“Kalau di Mokpo masih ada Hyung!” sahut Donghae antusias. Aish! Dasar ikan Mokpo!

 

*8. Mengajaknya berdansa diiringi musik klasik*

“Lee Donghae!!” pekik ku. Namja itu hanya nyengir tak jelas.

“Aahh~ mian…aku lupa kalau gerakan dansa Hyung sangat aneh.

~PLETAAKK!!

Aku menjitak kepalanya. Donghae meringis.

 

*9. Berikan kecupan kecil yang sangat romantis untuknya*

 “Apa ini? Kecupan? Ya!! Na Na bisa menendangku nanti!” Donghae mengedipkan sebelah matanya. Aku bergidik ngeri.

 

*10. Nyatakan perasaanmu yang sebenarnya di saat yang tepat* 

Ya!! Aku sudah melakukannya tadi pagi !” seru ku sambil menatap Donghae yang kini cengengesan setengah mati.

“Tapi Hyung, kau mengatakannya pada saat yang tidak tepat,” sahutnya membela diri.

 

“Saat yang tidak tepat?” tanyaku penasaran. Donghae mengangguk.

 

“Kau salah dalam mengambil langkahmu Hyung,” sahutnya sok tua.

 

“Maksudmu?” Donghae menarik ujung bajuku agar lebih mendekat ke arahnya.

 

“Seharusnya Hyung memberikan sebuah kecupan manis sebelum melamarnya,” bisik Donghae tepat di daun telinga kiri ku. Tanganku sontak menjitak kepalanya.

 

“Ya!! Sudah ku bilang, Na Na akan menendangku jika melakukan hal itu!” pekik ku yang membuat Donghae menutup telinganya rapat-rapat. Sungmin menoleh dan mengamati gerak gerik kami yang mungkin terlihat mencurigakan baginya. Perlahan namja yang di julukin ‘prince aegyo’ itu menghampiri kami. Aku gelagapan.

 

Wae Hyung? Sepertinya ada masalah?” tanya Sungmin dengan tatapan menyelidik.

 

Aniya..tidak ada! Benar kan Hae-ya?” sahutku sambil melirik ke arah Donghae. Ikan mokpo itu mengangguk cepat dan tersenyum lebar.

 

Jinjja?” selidik Sungmin. Tampaknya dia masih belum percaya.

 

Ne… mari kita latihan lagi!” seru ku berusaha mengalihkan perhatian Sungmin. Namja aegyo itu mengangguk dan bergegas menuju ke tempat Eunhyuk yang sedari tadi menyanyikan lagu yang tak jelas. Aku menghela napas lega. Tidak boleh ada yang tahu kalau Na Na tadi protes hanya karena aku melamarnya saat dia asik makan ramyeon. Padahal itu cukup romantis menurutku. Aaiish! Aku benar-benar tidak tahu bagaimana cara berpikir seorang yeoja.

 

“Donghae-ya…” panggilku. Namja itu menoleh.

 

Wae Hyung?” tanya nya sambil memainkan ponsel, tampak sedang mengetik pesan singkat pada seseorang.

 

“Rahasiakan hal ini…” bisikku pelan. Namja itu mengangguk cepat.

 

Ne Hyung…Arraseo!!” teriaknya yang lagi-lagi membuatku menjitak kepalanya.

 

 

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

“Tidak kah kau lihat? Ini cantik sekali!” pekik ku senang sambil menatap dua buah benda berkilauan didalam sebuah kotak kecil berwarna sapphire blue. Namja itu melirikku sekilas dan mendengus kesal.

 

“Tapi aku tetap tak ingin memakainya,” ujarnya ketus. Aku menoleh dan mencubit pipinya dengan gemas.

 

Ya!! Cho Kyuhyun! Kau harus mau memakainya!” seru ku yang membuatnya menoleh dan menatapku dengan tatapan dingin khas-nya.

 

Shireo!” sahutnya cuek dan mengalihkan pandangannya ke depan. Kembali menatap jalanan kota Seoul.

 

“Aaiish! Padahal Ahra eonni sudah bersusah payah membelikan cincin ini untuk kita!” Namja itu diam, tak bergeming.

 

“Kau tetap tak ingin memakainya?” tanya ku lagi. Aku sungguh ingin memakai cincin couple ini. Berlian kecil menghiasi titik utamanya. Bentuknya simple dan sangat cantik.

 

“Kalau aku memakai cincin ini, apakah kau akan merasa senang?” pertanyaannya sangat aneh. Kenapa namja ini bertanya seperti itu? Aku mengangguk cepat.

 

“Ne..tentu saja!!” pekikku senang.  Namja itu tersenyum sekilas dan meraih kotak sapphire blue itu dari tanganku.

 

“Kemarikan tanganmu,” ujarnya sambil menepikan mobil kami di depan sebuah toko mainan. Aku mengulurkan tangan kiriku. Namja itu tetap memasang tampang juteknya seperti biasa. Perlahan dia meraih cincin yang ukurannya kecil dan memasangnya di jari manis kiriku.

 

“Lumayan cocok untukmu,” komentarnya sambil menyerahkan kembali kotak itu padaku.

 

“Cepat pasangkan!” nada suaranya terdengar memerintah. Namja itu mengulurkan tangannya ke arahku.

 

Ya!! Kau tidak romantis sama sekali !” seruku kesal. Kyuhyun menatapku dengan sorotan mata sedingin es.

 

“Justru ini caraku jika mencintai seorang yeoja!” sahutnya cepat. Namja itu kemudian memalingkan wajahnya yang merona merah. Lucu sekali melihat ekspresinya yang seperti itu. Aku menahan senyumku sambil memasangkan cincin itu di jari manis kirinya. Ukurannya cocok sekali.

 

“Kau manis sekali Kyuhyun-ah…” ujarku sambil tersenyum tulus. Wajah namja itu terlihat lebih memerah dari sebelumnya. Namja menarik tangannya tanpa menoleh ke arahku.

 

“Berhenti mengejekku,.” ucapnya ketus. Aku mencibirnya.

 

“Kau jutek. Menyebalkan,” gerutu ku sambil memandangi cincin cantik yang kini melingkar di jari manis kiriku.

 

“Kita pulang,” ujarnya sambil menghidupkan mobil. Tiba-tiba saja pandanganku tertuju pada boneka teddy bear yang sangat besar berwarna putih salju dengan syal kotak-kotak hitam putih melilit dilehernya. Cantik sekali. Aku jadi ingin memilikinya.

 

“Yaakk! Berhenti!!” pekik ku tiba-tiba yang membuat Kyuhyun menghentikan laju mobilnya.

 

Wae?” namja itu menoleh, wajahnya jutek sekali.

 

“Aku ingin boneka itu! Cepat belikan!!” seru ku sambil menunjuk-nunjuk boneka teddy bear yang terpajang di etalase toko.

 

Teddy bear?” tanya nya sambil mengernyitkan.

 

Ne…cepat belikan!” teriak ku lagi. Namja itu menghela napas panjang.

 

“Kau ‘ngidam’ lagi?” Aku mengangguk perlahan.

 

“Ku rasa…” sahutku yang membuatnya memakai masker dan topi hitam. Namja itu bergegas keluar dari mobil dan tak lama kemudian membukakan pintu mobil untukku.

 

“Kau harus ikut membelinya, kajja!” Namja itu menarik pergelangan tanganku. Aku menurut dan mengikuti langkah namja itu di tengah turunnya salju. Kami memasuki toko mainan itu dan bergegas menuju ke arah teddy bear yang ku lihat dari luar tadi. Seorang pramuniaga menghampiri kami.

 

“Ada yang bisa di bantu, Tuan?” sapa pramuniaga itu ramah. Kyuhyun mengangguk dan menunjuk ke arah teddy bear putih itu.

 

“Bungkus kan untuk istriku,” ujar Kyuhyun. Pelayan toko itu tampak bingung.

 

Mianhamnida Tuan… Tapi boneka itu sudah di beli oleh Tuan yang berdiri di sebelah sana,” Aku dan Kyuhyun sontak menoleh ke arah yang di tunjuk oleh pramuniaga itu. Namja yang semula membelakangi kami itu berbalik dan raut wajah yang tampak terkejut. Tanpa sadar aku mundur beberapa langkah dari tempatku berdiri.

 

“Kim Hyun Sang?”

 

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

 

 

-To Be Continued-

 

 

 

 

 

Apa yang akan terjadi selanjutnya ?

Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan oleh Leeteuk oppa ?

Dan apakah Yesung oppa akan berhasil dengan aksi romantisnya ?

Lalu bagaimana dengan Shin Rin Rin ?

 

Gomawo udah baca ^^

 

 

 

_Yoon Yeon Hyo_

45 thoughts on “FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 11)

  1. mereka ketemu ma hyun sang,,, kyuhyun bakal cemburu berat dh nih n mudah2an ngak berbuat sesuatu yg diluar control ke hyo…..
    hyun sang jg blm ketemu lg kan sama hyo setelah dia nyari hyo d rmh adik y tu????
    apa rencana y leeteuk sih q masi blm paham,,,,apa yg bakal bikin kyu marah sama rencana y keeteuk????
    asik joongwoon mau ngelamar NaNa n berlaku romantis nih….

  2. Eonnie-ya.. Aku mkin penasaran eon. Hha.
    Itu leeteuk oppa rencanain apa sih? Mencurigakan sekali.
    Hha.
    Hyunsang ksi bonekanya ke yeon hyo eonnie aja.. Hha..
    Gratis jdi kyu ga prlu keluar duit. Hha. *doyan gratisan*
    Wkwkwkk..

  3. Ommo ……….. kyuhyun cium yeonhyo ????????????? uhuk uhuk di liat ahra onnie lg …tuh kan di laporin ke eommanya …
    ciye ciye pakaian kyuhyun – yeon hyo sama loh …. ehem … janjian ya???????

    ommo … knp leeteuk kasih liontin blue saphire ke yeon hyo ?

    wkwkwkwkw yesung lg minta saran cinta sama dong hae ….
    “Sepuluh macam cara agar tidak di tolak seorang yeoja??!! ”
    ga sopan tuh hae masa yesung di suruh baca itu … wkwkwkwkwwkwk

    hehehehe yeonhyo ngidam nya lucu2 ya …
    * ice cream ………… jangan berebut kyu
    * main game PSP …. pinjamin lah kyu …….
    * teddy bear ……….. kik kik ayo kyu beliin ……..
    ommo itu teddy bear sudah di beli sama siapa?????????????

  4. ♍ǻΰ jd na na yg d lamar sm jong woon ^^
    Kocak bgtt cc jong woon,♍ǻΰ ngelamar aj smpe mnt bantuan abang ikan segala.ddangkkoma ny bwt aku aj Ў bang *ngarep*😀
    Apalagi ini,knp hyun sang muncul lg -_-
    Sebenarnya apa cc rencana leeteuk ϑάπ oppadeul .. Penasaran sekali inihO_o

  5. makin keren aja alur ceritanya😀
    hiyyaaaa !!
    yang lain udah pd couple ya?
    ikan mokpo belum kan?
    sama aku aja deh donghae oppa,
    gak ada kyuhyun? donghae oppa pun tak apa!
    *di jitak elfishi. kkkkkk~
    kan kasian kalo cuma jadi pemberi masukan yesung doang😦

  6. aigooooo aq penasaran bgt…..

    ne bner author yg ogn aq tanyain itu yg author tulis d akhir hihi

    v aq sdkit khwatir gmn low rin2 sembuh truz maksa pgn balikan ma kyu aigooo andwee

    lucu bgt ma yeye oppa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s