FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 10)

[Hyo-Kyu couple] “My Love, My Kiss, My Heart”

 

Author : Yarica Eryana (Yoon Yeon Hyo)

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Blog : http://www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com

 

Main Cast :   Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun Super Junior

Kim Jong Woon a.k.a Jong Woon / Yesung Super Junior

Lee Hyuk Jae a.k.a Hyuk Jae / Eunhyuk Super Junior

Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

Anisa Sujueunhyuklovers Zwanzig a.k.a Yoon Chae Eun

Kim Sky Kyu a.k.a Shim Na Na

 

 

Sub Cast :      Azk Ririn Kiseki-vipelfKyunnie a.k.a Shin Rin Rin 

                        Frisca Setiawan a.k.a Shin Ri Young

Kim Hyun Sang

Niken Refanthira a.k.a Shin Ne Yon

Adinda Firdha Dewi a.k.a Shin Ha Ra

 

ALL member Super Junior

 

Genre : Romance, Comfort

 

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

 

 

~[Hyo-Kyu quotes]~

 

“Bagiku dirinya itu seperti api. Sering meledak-ledak, tak bisa dihentikan. Tapi aku selalu membutuhkan api itu untuk membuatku tetap bertahan hidup. Tanpanya disisiku, seperti memakan makanan mentah setiap hari.” –Cho Kyuhyun-

 

“Dia itu seperti musik. Hidup akan terasa sepi tanpa teriakannya di telingaku.” –Yoon Yeon Hyo-

 

 

 

 

 

FF “My Love, My Kiss, My Heart” *PART 10*

 

 

 

Wae? Teringat padanya?” tebak Hyun Sang sambil kembali melemparkan gumpalan salju ke arah lapangan basket. Aku mengangguk ringan dan meneruskan aktifitasku. Menikmati salju.

 

“Kau memang selalu begitu. Aahh~ namja yang bernama Cho Kyuhyun itu selalu beruntung, ne?” ujar Hyun Sang yang membuatku menoleh.

 

“Maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

 

“Cho Kyuhyun yang menjadi sahabatku itu menjadi namja chingu-mu selama tiga tahun, tapi akhirnya malah pergi untuk selamanya. Tapi Tuhan tetap baik padamu, kau kembali dipertemukan dengan Cho Kyuhyun yang lain untuk menjadi suamimu…” ucapan Hyun Sang membuatku menghela napas berat.

 

“Hahha…kenapa namaku ini Kim Hyun Sang? Seharusnya namaku adalah Cho Kyuhyun, agar kau menyukaiku juga,” ujarnya sambil melemparkan segumpal salju lagi, tapi ke arah pohon cemara tua yang berada tak jauh dari kami. Aku mengernyitkan alisku. Namja itu kemudian menarik tanganku untuk duduk di sampingnya.

 

“Kau tahu… aku masih mencintaimu, Yeon Hyo-ya… Sampai kapanpun…”

 

Kim Hyun Sang tersenyum dan menatap ke arah lapangan basket Kyunghee University.

 

“Kau ingat saat aku menyatakan perasaanku terhadapmu dulu?” tanyanya pelan.

 

Ne…” aku mengangguk ringan dan merasakan tangannya mengenggam tanganku hangat.

 

“Kau menerbangkan balon gas itu ke udara dan pada akhirnya memeluk namja yang tengah bermain basket di lapangan itu. Membuat satu kampus heboh dengan adegan romantis kalian..” ujarnya sambil menghela napas berat. Aku menatap wajahnya yang terlihat khawatir.

 

“Dulu aku memang merelakanmu karena namja itu bisa membuatmu tertawa, merasa senang dan sedetik pun kau tidak merasakan kesedihan. Aku turut bahagia, Yeon Hyo-ya. Aku pindah ke Jepang hanya untuk melupakanmu. Tapi ternyata yang ku lakukan itu sia-sia. Aku tak bisa melupakanmu sedetik pun dalam hidupku. Dan sekarang kau telah menjadi milik namja lain, bukan Cho Kyuhyun yang ku kenal. Tapi Cho Kyuhyun yang lain, seorang member Super Junior yang begitu terkenal, sampai-sampai kau harus menikah secara diam-diam dengannya. Ku pikir kalian bahagia, tapi ternyata pikiranku itu salah. Kau tampak begitu menderita…”

 

Aku terdiam.

 

Namja itu melemparkan segumpal salju lagi dan menoleh ke arahku. Menatap wajahku dengan pandangan yang tak bisa ku mengerti.

 

“Ku kira pilihanku untuk pindah ke Jepang itu merupakan keputusan yang tepat. Tapi ternyata itu suatu kesalahan…” Aku mengernyitkan alisku.

 

“Maksudmu?” tanyaku bingung.

 

“Seharusnya aku tetap berada disini untuk melindungimu Yeon Hyo-ya,” namja itu kembali tersenyum. Tapi kali ini senyumannya tampak begitu getir.

 

“Aku melakukan kesalahan besar dengan meninggalkanmu sendirian disini. Tidak seharusnya kau menikah dengan namja yang hanya bisa membuatmu menangis…” ucapannya membuatku melepaskan genggaman tangannya.

 

“Aku bahagia…” sahutku parau. Aku mengalihkan pandangan ke arah lapangan bola basket, tak ada seorang pun disana.

 

“Kau tak pandai berbohong,” ujarnya yang membuatku kembali menatap wajahnya.

 

“Menurutmu aku tidak bahagia?” napasku terasa sesak sekali. Aku berjuang keras menahan air mataku.

 

“Terlihat dari raut wajahmu Hyo-ya..” aku buru-buru mengalihkan pandanganku kembali.

 

“Kalau saja Shin Rin Rin tidak muncul di kehidupan kalian, mungkin kau akan bahagia,” ujarnya yang membuatku tersentak kaget. Shin Rin Rin? Darimana dia tahu nama gadis itu? Aku berdiri dari bangku kayu tua itu dan menatap wajah namja tampan itu. Kim Hyun Sang tetap duduk sambil tersenyum tipis.

 

“Kau mengenal Shin Rin Rin?” tanyaku cepat. Aku berharap Hyun Sang tidak mengenal yeoja itu.

 

Aniya, tapi aku tahu semua yang terjadi di hidupmu. Termasuk hubungan antara Cho Kyuhyun dan Shin Rin Rin…”

 

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

 

“Yaakk! Bagus sekali Kyunnie! Kami hanya meninggalkan kalian sebentar, tapi kau kembali membuat masalah!” seruku kesal. Aaiish! Menjaga satu yeoja saja tidak bisa. Tiba-tiba Donghae menepuk pelan bahuku. Mencoba menenangkanku.

 

“Kyunnie, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Donghae. Aku melotot. Kyuhyun menatap lantai, tidak berani menatap kami para hyung-nya.

 

“Dia melihatku tengah berusaha menyadarkan Rin Rin…” sahutnya pelan. Aku menghela napas berat. Pasti magnae ini masih terkenang dengan masa lalunya.

 

Eottohke? Pasti eonni marah sekali..” desis Chae Eun. Eunhyuk mengangguk dan menatap Ryeowook yang sedari tadi sibuk dengan ponsel android-nya.

 

“Wookie-ya! Kau sedang apa?” tanyaku penasaran.

 

“Mencoba menghubungi Leeteuk Hyung…” sahutnya tanpa menoleh sedikitpun.

 

“Leeteuk Hyung dan Sungmin sudah pulang?” tanyaku pada Kyuhyun. Pria itu mengangguk.

 

Ne, tadi sudah di jemput. Mereka ada jadwal sore ini,” jawab Kyuhyun yang membuat Eunhyuk tampak terkejut.

 

“Aahh! Bukan kah aku juga ada jadwal sore ini?!” seru Eunhyuk tampak panik.

 

“Masih ada satu jam lagi,” timpal Ryeowook tenang.

 

“Sebaiknya kalian cepat pulang ke dorm,” ujarku cepat. Donghae mengangguk.

 

Wae? Donghae-ya, kau juga ada jadwal?” tanyaku bingung. Bukan kah aku menyuruh Ryeowook dan Eunhyuk saja, lalu kenapa ikan ini malah ikutan mengangguk?

 

“Ini jadwalnya Super Junior-M. Tentu saja aku ikut,” timpal Donghae yang membuat pandanganku beralih ke Kyuhyun.

 

“Bukan kah kau juga seharusnya ikut?” tanyaku penasaran. Magnae itu mengangguk.

 

“Tapi aku sudah izin untuk tidak ikut serta..” sahut Kyuhyun.

 

“Lalu Leeteuk Hyung kemana ?” tanyaku lagi. Kyuhyun sepertinya ingin bersuara, tapi Eunhyuk menyambarnya lebih dulu.

 

“Bersiap untuk siaran Sukira malam nanti..” jawab Eunhyuk enteng. Aku menyipitkan mataku.

 

“Jadi hanya tinggal aku, Kyuhyun, Chae Eun dan Na Na disini?” aku mengedarkan pandanganku ke arah para dongsaeng-ku itu. Mereka semua mengangguk.

 

Ya!! Seharusnya aku ini bisa tergabung di Super Junior-M juga!” seruku protes.

 

“Kemampuan bahasa mandarin-mu jelek sekali Hyung,” sambar Kyuhyun. Aku melotot.

 

“Setidaknya Hyung bisa ikut mencari Yeon Hyo,” cicit Ryeowook yang membuatku kembali teringat dengan yeoja itu.

 

“Tapi kemana dia sebenarnya?”

 

 

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

 

“Kyuhyun-ah, sebaiknya kau mengantar Chae Eun pulang,” ujar Yesung hyung sambil mengenggam pergelangan tangan Na Na. Sudah hampir tengah malam, dan kami baru saja makan di sebuah resto untuk mengganjal perut yang kelaparan sejak tadi. Sudah beberapa jam kami mencari yeoja itu, tapi tidak kunjung ditemukan. Aku khawatir terjadi sesuatu padanya.

 

Shireo! Aku mau cari eonni!” seru Chae Eun yang membuatku menoleh ke arahnya.

 

Ya!! Chae Eun-ah, kau harus istirahat!” ujarku cepat. Chae Eun menggeleng.

 

“Aku ingin bertemu eonni,” sahutnya keras kepala. Yesung hyung menghela napas berat.

 

“Na Na-ya, kau bujuk dia…”

 

Yesung Hyung menyuruh Na Na untuk membujuk Chae Eun. Na Na mengangguk dan segera mengajak Chae Eun untuk bicara berdua saja dengannya. Tampak kedua yeoja itu tengah berdiskusi dan sedikit berdebat. Akhirnya kedua yeoja itu kembali menghampiri kami.

 

“Aku pulang setelah kita mencari Yeon Hyo eonni sekali lagi,” ucap Chae Eun.

 

“Biar Oppa saja yang mencari Yeon Hyo, tadi Eunhyuk Hyung berpesan untuk segera mengantarmu pulang.”

 

Na Na dan Yesung hyung membenarkan ucapanku. Akhirnya Chae Eun menurut dan segera masuk ke dalam mobil.

 

“Kami tetap akan membantu mencari Yeon Hyo,” ujar YesungHyung yang membuatku menatapnya.

 

“Sebaiknya Hyung mengantar Na Na pulang, setelah itu pulang lah ke dorm..” sahutku.

 

“Pulang ke dorm? Aaiish! Aku mau ikut mencari Yeon Hyo!” seru Yesung Hyung keras kepala.

 

“Kau punya jadwal mengisi sebuah acara musik besok pagi Hyung. Aku tak mau membuatmu kelelahan.. Aku bisa mencari Yeon Hyo sendirian. Mianhae merepotkan mu, Hyung…” jawabku sambil membungkuk.

 

Gwaenchanhayo?” tanya Yesung Hyung. Wajah tampannya terlihat khawatir.

 

Ne, nan gwaenchanhayo.”

 

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

 

“Aku tidak akan pulang kesini lagi…” gumamku sendirian.

 

Dengan gerakan tergesa, aku mulai memasukkan pakaianku kedalam koper besar berwarna merah terang. Terlihat olehku sebuah bingkai foto besar tertempel di dinding kamar dekat jendela. Foto pernikahanku bersama Kyuhyun. Namja itu terlihat sangat tampan disana, benar-benar membuatku semakin terasa sesak saja. Aku segera mengganti mantel bulu cokelatku yang basah karena lemparan salju dari Hyun Sang tadi. Dia cukup menghiburku dengan mengajak bermain lempar salju, berusaha membuatku tertawa. Dengan cepat ku raih mantel putih yang tergantung di lemari pakaianku. Ini mantel pemberian Kyuhyun.

 

Tiba-tiba aku mendengar suara deru mesin di halaman depan. Aku tersentak. Benarkah? Dengan cepat aku menuju jendela yang terdapat di sudut kamar dan melihat ke luar. Aigo! Namja itu sudah pulang rupanya! Eottohke? Aku harus segera bersembunyi!

 

Ku dengar suara derap langkah kaki menaiki tangga spiral yang mengarah ke lantai dua. Ya Tuhan, dia menuju kemari! Dengan cepat aku bersembunyi di bawah tempat tidur putih yang berada di tengah ruangan kamarku. Aku berhasil bersembunyi saat namja itu membuka pintu kamar dan mulai melangkah masuk.

 

Ne, Hyung jangan khawatir, aku akan segera kembali mencarinya setelah berganti pakaian. Mantelku cukup basah. Cuaca hari ini dingin sekali.”

 

Rupanya namja itu tengah berbicara di telepon dengan salah satu hyung-nya.

 

Ne…arraseo..” ujarnya cepat dan tampak melemparkan ponsel android-nya ke atas tempat tidur. Namja itu tampak mengganti mantelnya dengan mantel hitam yang ia temukan didalam lemari. Dan membanting lemari cokelat itu dengan kasar.

 

Aish! Cho Yeon Hyo! Aku harus mencarimu kemana lagi?!!” teriaknya sendirian. Aku mengintip takut-takut ke arahnya, namja itu tampak kesal sekali.

 

“Aku mencintaimu Cho Yeon Hyo! Tapi aku malu untuk mengakuinya dihadapanmu !! Aaarrgghh! Kenapa aku bodoh sekali?!” teriaknya kesal. Eh? Dia mencintaiku? Aku mengernyitkan alisku, namja ini benar-benar membuatku bingung. Namja itu menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Aku jadi tidak bisa melihat ekspresi wajahnya lagi.

 

“Tunggu dulu! Koper apa itu?” ujarnya sendirian. Aku sontak menutup mulutku dengan kedua belah tangan. Aigo! Aku lupa menyembunyikan koper itu! Eottohke? Pasti namja pabbo itu curiga!

 

Aku menahan napasku saat kaki namja itu terlihat menginjak lantai marmer bening dan mulai turun dari tempat tidur. Langkah kaki namja itu menuju…..aarrgghh! Koperku!! Pabbo-ya! Aku lupa menyembunyikan koperku!

 

Perlahan tangan namja itu menyentuh koper merah besarku itu dan mulai membuka isinya.

 

Mwo? Pakaian Yeon Hyo?” ujarnya sendirian. Namja itu tampak bingung dan pada akhirnya tersenyum. Tunggu! Bukankah itu evil smile? Sebenarnya apa yang sedang ia pikirkan?

 

Ya!! Cho Yeon Hyo! keluar lah dari persembunyianmu!” teriaknya sambil kembali tersenyum evil. Aigoo! Namja itu tahu kalau aku bersembunyi? Eottohke? Aku harus bagaimana?!

Namja itu melangkah mendekati tempat tidur lagi, aku menekuk lututku dalam posisi berbaring miring dan mengawasi gerak-geriknya. Dingin sekali lantai ini! Aarrghh! Tubuhku rasanya membeku!

 

“Nyonya Cho, kau ditemukan!” teriaknya mengagetkanku. Mataku melotot saat melihat wajah namja itu tampak jelas dihadapanku.

 

Ya!! Apa yang kau lakukan disini?!” serunya sambil menarik kaki kananku keluar sambil tertawa setan. Dasar laki-laki iblis!

 

Ya!! Lepaskan !” pekikku sambil berusaha melepaskan tangannya dari pergelangan kaki kananku yang terasa membeku.

 

Yeoja bodoh! Kau mau sampai kapan bersembunyi disitu?!” serunya lagi. Aku mendengus kesal.

 

“Cepat keluar!!” teriaknya memerintah.

 

Shireo!!” pekikku tak mau kalah.

 

Ya!! Cho Yeon Hyo! Kau mau mati kedinginan disana? Ayo keluar! Palli!!” Namja itu menarik kakiku lagi dengan paksa.

 

“Kau kasar sekali!” seru ku kesal. Kyuhyun tertawa.

 

“Kau mau keluar atau mau ku cium?” ujarnya memberi pilihan. Aku melotot.

 

“Dasar mesum!!” teriak ku sambil melemparkan jam tangan silver-ku ke arahnya.

 

“Ini jam mahal, bodoh! Jangan lempar sembarangan!” protesnya sambil menangkap jam itu dan menjitak kepalaku.

 

“Jangan menjitakku!” teriakku kesal. Namja itu kembali tertawa evil.

 

“Jika dalam waktu lima detik kau tidak keluar juga, aku akan mencium-mu!”

 

Aku cepat-cepat keluar dari bawah tempat tidur putih itu dan langsung berdiri menatapnya tajam.

 

Ya!! Kau ini!!” teriak ku. Aku kehabisan kata-kata. Namja ini sungguh evil! Aish!

 

Jeongmal mianhaeyo…” ucapnya tiba-tiba. Perlahan namja itu menarikku kedalam pelukannya.

 

“Kau tahu? Aku sangat mencintaimu, Yeon Hyo-ya. Jangan bertindak seperti ini lagi,” desisnya lirih. Aku terdiam dan tak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Tubuh namja ini terasa sangat hangat. Aku hanyut dalam pelukannya.

 

“Ku mohon, jangan pernah tinggalkan aku,Yeon Hyo-yaArraseo?” suaranya terdengar berat.

 

“Tapi….” kalimatku terputus tatkala pria itu membungkam mulutku dengan bibirnya yang lembut. Jantungku semakin tak karuan saja. Aigo…dia menciumku! Eottohke? Aku harus bagaimana? Kyuhyun akhirnya melepaskan ciumannya dan menatap kedua bola mataku, sangat dalam.

 

“Aku hanya ingin membuat Rin Rin tersadar dari koma-nya, ku mohon mengerti lah…” ujarnya yang membuatku menunduk.

 

“Aku takut kau akan kembali padanya,” tiba-tiba saja ucapan itu terlontar dari mulutku tanpa bisa ku hentikan. Namja itu tersenyum. Tampan sekali.

 

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu,Yeon Hyo-ya.”

 

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

*Chae Eun PoV*

Eonni sudah ditemukan? Benarkah? Ne, arraseo!” aku menutup sambungan telepon dengan riang. Dan segera menekan tombol di ponselku dengan cepat. Mencoba menghubungi seseorang. Tak lama kemudian terdengar nada sibuk. Wae? Teleponnya sibuk? Biasanya tidak seperti ini. Aku kembali menekan tombol hijau di sudut kiri bawah ponselku sebanyak dua kali. Lalu mendekatkan ponsel itu di telinga kananku. Tidak terdengar nada sibuk, tapi kali ini malah lebih parah. Mailbox! Aaiish! Sebenarnya kemana Eunhyuk oppa? Biasanya pagi-pagi seperti ini, dia sudah menghubungiku duluan. Apakah jadwalnya cukup padat? Eottohke? Aahh~ sebaiknya aku siap-siap kuliah saja. Mungkin nanti dia akan menjemputku di kampus setelah mata kuliahku hari ini selesai.

 

Aku memasukkan note ukuran sedang berwarna sapphire blue ke dalam tas putihku. Dan mulai berganti baju. Aku sendirian dirumah ini. Sejak eonni menikah dengan Kyuhyun oppa, rumah ini semakin sepi saja. Untung saja eomma mencarikan seorang pembantu untuk menemani sekaligus mengurus keperluanku. Tentu akan sangat merepotkan jika membersihkan rumah dengan dua lantai ini sendirian. Baru saja aku meraih kunci mobilku, tiba-tiba terdengar pintu diketuk oleh seseorang. Aku mendekati pintu depan dengan tergesa. Aaiish! Siapa yang datang pagi-pagi seperti ini? Aku memutar gagang pintu dengan cepat. Mataku membulat dengan sempurna saat melihat siapa yang datang bertamu kerumahku sepagi ini.

 

“Kim Hyun Sang Oppa?”

 

 

*Chae Eun PoV END*

 

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

Ya!! Bangun!” teria ku sambil menarik selimut yang menutupi tubuh yeoja itu. Yeoja itu membuka matanya sedikit dan menguap. Sedetik kemudian yeoja itu menutup matanya lagi.

 

“Bangun!!” kali ini suara teriakanku lebih besar daripada sebelumnya.

 

“Biarkan aku tidur sebentar lagi..” ujarnya dengan mata terpejam.

 

“Aaiish! Kau malas sekali! Benar-benar bukan tipe istri yang baik!” seruku yang membuat mata indah yeoja itu terbuka seketika.

 

Ya!! Cho Kyuhyun!” teriaknya sambil melempar bantal. Aku menepis serangan tiba-tiba itu dan tersenyum evil ke arahnya.

 

“Ahra noona baru saja pulang ke Seoul, kita akan pergi kerumah eomma-ku lima menit lagi,” ujarku yang membuat yeoja itu langsung duduk di atas tempat tidur.

 

Jinjja? Kau tak berbohong?” tanyanya tak percaya.

 

Ne, Ahra noona ingin segera bertemu denganmu.”

 

Baru saja aku menyelesaikan kalimatku, yeoja itu sudah berhambur masuk ke dalam kamar mandi. Aku tertawa. Sebenarnya masih ada waktu satu jam lagi. Tapi biarkan saja yeoja bodoh itu merasa panik. Hhahhaha!!

 

Dalam waktu tiga menit, yeoja itu keluar dari kamar mandi dengan piyama kelinci pink masih melekat di tubuhnya.

 

“Aku mau ganti baju, cepatlah kau keluar!” ujarnya ketus sambil membongkar isi lemari.

 

Shireo! Aku mau tetap disini!” sahutku evil. Aku mengembangkan senyumku yang membuat yeoja itu melotot.

 

“Ya!! Cho Kyuhyun!!” teriaknya sambil mendorong tubuhku keluar dari kamar. Ternyata tenaga yeoja itu cukup kuat untuk mendorongku. Ini menyebalkan!

 

“Ku berikan waktu dua menit untukmu!” teriakku bersamaan dengan pintu ditutup. Tiba-tiba aku mendengar suara dering ponsel. Ya! Itu ponselku! Aku cepat-cepat memutar gagang pintu. Aish! Dikunci! Aku mendengus kesal.

 

“Cho Yeon Hyo!!” teriakku memanggil yeoja itu. Tapi tak ada jawaban. Ponselku juga berhenti berdering. Wae? Apakah yeoja itu yang mengangkat panggilan dari ponselku?

 

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

Yeoboseyo? Chagiya, kau dimana?”

 

“…….”

 

“Aahh~ ne…aku akan segera menjemputmu. Tunggu lah disana.. Arraseo?” aku menutup sambungan teleponku dan tersenyum lebar. Na Na benar-benar membuat debaran jantungku bekerja lebih cepat. Aku takut nanti aku malah menderita hypertensi gara-gara memikirkan dia.

 

Aku mempercepat laju mobilku menuju Babtol. Na Na tengah membantu eomma-ku mengurusi restorannya yang ramai sekali itu. Pasti eomma suka sekali dengan yeoja seperti Shim Na Na. Dia memang tipe yeoja pekerja keras. Dia manager di sebuah perusahaan asing. Sebenarnya keluarga Na Na sangat kaya raya. Tapi yeoja itu malah berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Dia lebih memilih bekerja sebagai manager di perusahaan asing ketimbang menduduki jabatan direktur di perusahaannya sendiri. Dia bilang kalau dia itu bekerja bukan untuk mencari uang tapi pengalaman hidup. Aku benar-benar kagum dengan yeoja itu.

 

Tiba-tiba ponselku kembali berdering. Aku mengangkatnya dengan tergesa.

 

Yeoboseyo?”

 

“…….”

 

“Eh? Kim Hyun Sang mencari Yeon Hyo?”

 

“…….”

 

Ne, keputusanmu tepat sekali. Arraseo..” aku menutup sambungan telepon dari Chae Eun barusan. Dan kembali fokus menatap jalanan kota Seoul. Kim Hyun Sang mencari Yeon Hyo? Ada apa sebenarnya?

 

 

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Aku baru saja memakai sebuah dress putih selutut yang cantik saat terdengar suara ponsel berbunyi. Aku menoleh ke arah ponsel hitam yang berada di atas meja bundar disamping tempat tidurku. Itu ponsel Kyuhyun. Siapa yang menelpon Kyuhyun sepagi ini? Aku bergegas meraih ponsel android itu dan membaca nama yang tertera di layar ponsel.

 

‘Shin Ri Young calling….’

 

“Young-ah?” gumamku sendirian. Aku mengernyit. Sebenarnya ada keperluan apa Ri Young menelpon Kyuhyun ? Bukankah dia itu sepupu jauhnya Jong Woon Oppa? Dengan sedikit keraguan, aku menekan tombol hijau di sudut kiri bawah dan menempelkan ponsel itu ditelinga kiriku.

 

Yeoboseyo?”

 

Yeoboseyo? Mmm…Kyuhyun oppa?”

 

“Aahh~ mian, dia sedang tidak berada disini. Waeyo?”

 

Ani…ini siapa?” tanyanya. Aku menngernyit. Wae? Kenapa dia malah bertanya?

 

“Eerr… Ini pembantu rumah tangganya. Ada keperluan apa?” sahutku berbohong. Perasaanku tidak enak. Sepertinya ada sesuatu yang cukup penting sampai-sampai Ri Young menelpon sepagi ini.

 

“Mmm…bisa saya minta tolong untuk menyampaikan pesan untuknya?”

 

Ne, nanti akan saya sampaikan. Titip saja pesannya padaku.”

 

“Ehm… Tolong katakan pada Kyuhyun oppa, segera kerumah sakit sekarang. Eonni-ku sudah sadar dan ingin bertemu dengannya.” Eonni? Bukankah Ri Young itu anak tunggal? Sejak kapan dia punya kakak perempuan?

 

Ne, tapi bisakah saya tahu, siapa nama eonni-mu itu ?” perasaanku semakin tidak enak saja.

 

“Namanya Shin Rin Rin..” DEG!! Aku merasakan jantungku hampir berhenti. Shin Rin Rin? Jadi Ri Young adalah dongsaeng-nya Rin Rin? Aigo! Kenapa kebetulan ini selalu terjadi?!

 

Ne…arasseo..” sahutku sambil menutup sambungan telepon. Aku meletakkan telapak tangan kiriku di bagian jantungku. Debarannya semakin kuat saja. Jadi Ri Young itu dongsaeng-nya Rin Rin? Benarkah? Aku menggeleng cepat. Tidak mungkin. Ri Young itu anak tunggal. Aku mengingat jelas perkataan Jong Woon oppa. Kalau sepupu jauhnya itu tinggal di Jepang hanya bertiga saja dengan orang tuanya. Dan bukankah kalau appa-nya Shin Ri Young dan Shin Rin Rin itu adalah orang yang berbeda? Ayah Rin Rin itu adalah Shin Hwang Min, pemilik perusahaan Shin yang terkenal di Jepang. Sedangkan ayahnya Ri Young itu orang yang berbeda. Sebenarnya apa yang terjadi? Aish!!

 

“Cho Yeon Hyo! Cepat buka pintunya !” teriak namja itu dari luar. Aku bergegas membuka pintu dan langsung menatapnya tajam. Napasku tercekat. Rasanya sesak sekali.

 

“Cepat katakan padaku, sebenarnya ada hubungan apa antara Shin Rin Rin dengan Shin Ri Young?!”

 

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Chae Eun PoV*

 

Mianhaeyo oppa, tapi eonni tak mengizinkanku memberitahu alamat rumahnya pada siapa pun,” ucapku sambil membungkuk. Raut wajah namja itu tampak sedih.

 

“Ada yang ingin ku sampaikan padanya,” sahutnya pelan.

 

“Kenapa tidak menelponnya saja?” tanyaku sambil menatapnya dengan tatapan bingung.

 

“Ini hal yang sangat penting. Aku harus bertemu dengannya,” namja itu menunduk menatap lantai.

 

Waeyo oppa? Ada masalah apa sebenarnya?” tanyaku penasaran.

 

Mianhae…aku tak bisa mengatakannya padamu. Ini masalah pribadi,” jawabnya serius. Aku mengangguk.

 

“Tapi maaf, aku benar-benar tidak bisa membantu oppa. Jeongmal mianhaeyo,” aku kembali membungkukkan badanku tanda meminta maaf.

 

Ne.. gwaenchanhayo,” ucapnya sambil tersenyum.

 

“Sepertinya kau harus cepat berangkat kuliah Chae Eun, dan aku juga harus pergi sekarang,” tambahnya lagi.

 

Ne, arraseo..” namja itu membungkukkan badannya seraya berpamitan. Aku tersenyum tipis saat namja itu mulai memasuki mobil silvernya dan meninggalkan halaman rumahku. Aku menghela napas berat dan bergegas menuju mobilku. Ada apa sebenarnya?

 

 

*Chae Eun PoV END*

 

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Kau tak pernah bercerita padaku!” teriaknya tampak kesal. Aku baru saja menjelaskan hubungan antara Rin Rin dengan Ri Young. Reaksinya sudah ku duga, dia kesal sekali.

 

Mianhaeyo..” cuma sepatah kata itu yang berhasil keluar dari mulutku. Yeoja itu mendengus kesal.

 

“Seharusnya kau sedikit lebih terbuka padaku,” ujarnya pelan sambil menunduk. Aku menyentuh dagunya dan membuatnya kembali menatapku.

 

“Aku takut kau akan terkejut,” sahutku lembut.

 

“Kau sudah membuatku lebih dari sekedar kata ‘terkejut’, Tuan Cho…” yeoja itu menatap mataku tajam.

 

“Sekali-kali anggap lah aku ini sebagai istri-mu…” tambahnya sambil memalingkan wajah. Tatapannya kini fokus ke arah jendela yang berembun. Apakah yeoja ini kurang mendapat perhatian dariku? Aish! Cho Kyuhyun! Kau bodoh sekali!

 

Mianhae…” sahutku lirih. Yeoja itu kembali menatapku.

 

Gwaenchanhayo. Kita jadi pergi kerumah ibu-mu? Aku ingin bertemu Ahra eonni..” yeoja ini tampak mengalihkan topik pembicaraan kami.

 

Ne, tapi sebelumnya kau harus memakai mantelmu terlebih dahulu. Aku tak ingin kau kedinginan, ” ujarku yang dijawab dengan anggukan ringan olehnya.

 

Arraseo..”

 

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

“Kau suka?” tanyaku sambil menghabiskan kopi hangat di hadapanku. Yeoja manis itu mengangguk dan tersenyum.

 

Ramyeon buatanmu memang enak sekali oppa,” sahutnya dengan mulut penuh. Aku tersenyum melihat tingkahnya yang seperti anak kecil. Benar-benar sangat manis.

 

“Itu hadia mu karna telah membantu ibuku pagi-pagi sekali..” yeoja itu kembali tersenyum manis.

 

“Ibuku tampaknya sangat menyukaimu chagiya. Kau mau kita menikah?” tanyaku tiba-tiba. Yeoja itu tersedak dan segera menyambar segelas air mineral yang ada di hadapannya. Na Na tampak sangat terkejut dengan pertanyaanku.

 

Gwaenchanhayo?” tanyaku khawatir saat yeoja itu terbatuk kecil.

 

Ne…nan gwaenchanhayo..” sahutnya cepat. Yeoja itu menunduk sambil mengaduk kuah ramyeon yang tinggal setengah di hadapannya.

 

“Kau tidak mau menikah denganku?” tanyaku kecewa. Yeoja itu menggeleng dan tersenyum tipis.

 

Aniya, bukan seperti itu. Aku hanya sedikit kaget tadi. Oppa mengatakannya terlalu tiba-tiba,” ungkapnya jujur. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Benarkah kalau pertanyaanku tadi terlalu tiba-tiba? Aish! Aku benar-benar tidak mengerti pikiran yeoja!

 

“Tidak romantis,” tambahnya sambil tersenyum lebar. Yeoja itu lalu tertawa dan kembali memakan ramyeon-nya, aku hanya menatapnya dengan pandangan bingung. Benarkah ? Jadi menurutnya tadi itu tidak romantis? Wae? Bukankah memintanya untuk menikah denganku itu suatu hal yang romantis? Apalagi wajahnya terlihat senang sekali saat memakan ramyeon itu, bukan kah ini memang saat yang tepat untuk mengatakannya? Aarrgghh! Kepalaku jadi sangat pusing!

 

“Sebaiknya Oppa belajar dengan Donghae oppa. Ku dengar, dia adalah namja yang sangat romantis,” ucap Na Na tiba-tiba. Aku menyipitkan mataku. Yeoja itu masih sibuk dengan ramyeon-nya tanpa bermaksud untuk menatap wajahku lagi.

 

“Jadi menurutmu tadi itu tidak romantis?” tanyaku penasaran. Yeoja itu menggeleng.

 

“Sebaiknya oppa simpan saja kata-kata itu untuk saat yang tepat,” sahutnya tanpa menatap wajahku. Dia masih sibuk dengan dunianya sendiri.

 

Ne…aku akan bertanya pada Donghae setelah ini…” ujarku yang disambut dengan acungan jempol olehnya.

 

“Bagus sekali..” timpalnya tanpa menoleh sedikit pun ke arahku. Aahh~ yeoja ini aneh sekali. Seharusnya dia lebih memperhatikanku ketimbang ramyeon itu. Benar-benar yeoja yang aneh.

 

 

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Yaakk!! Stop disini!” seru Yeon Hyo tiba-tiba. Aku sontak menghentikan laju mobilku dan menepi didepan sebuah kios es krim.

 

Waeyo?” tanyaku sambil menatap matanya yang terlihat berbinar.

 

“Aku mau es krim itu…” sahutnya sambil menunjuk es krim dengan ukuran yang terbilang sangat besar untuk ukuran seorang yeoja.

 

Ya!! Kau aneh!” ejek ku yang disambut cibiran olehnya.

 

“Pokoknya kau harus membelikan es krim jumbo tropical yang itu!!” nada suaranya terdengar memerintah.

 

Shireo! Makan es krim di tengah musim dingin? Kau bisa sakit perut, bodoh!” aku menghidupkan kembali mobilku.

 

Ya!! Aku mau es krim! Mau es krim!!” teriaknya sambil menunjuk-nunjuk kembali kios es krim itu.

 

“Kau aneh sekali Yeon Hyo-ya! Jangan bilang kalau kau itu ‘mengidam’?” tanyaku hati-hati.

 

“Entah lah…yang jelas aku ingin makan es krim itu sekarang juga!” sahutnya keras kepala.

 

“Tahun depan saja,” tukasku cuek. Dan mulai menjalankan mobilku.

 

Ya!! Aku mau es krim!!” teriaknya tepat di telingaku.

 

Ne..ne..ku belikan!” aku menghentikan mobilku dan melirik wajah ceria yeoja itu. Dia manja sekali hari ini.

 

Palli!!” serunya sambil mendorong tubuhku keluar mobil.

 

“Tunggu lah sebentar..” yeoja itu mengangguk dan tersenyum. Aish! Kenapa senyumannya itu tampak begitu manis? Ya! Cho Kyuhyun! Sebenarnya apa yang kau pikirkan?

 

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Gomawo!!” teriak ku senang sambil menerima es krim jumbo tropical dari tangan Kyuhyun. Saat aku mulai memakannya, tiba-tiba saja namja itu menyambar es krim itu dari tanganku dan tersenyum evil.

 

Ya!! Berikan padaku!” teriakku sambil berusaha merebut es krim yang sudah menjadi milikku itu.

 

Shireo! Cepat panggil aku ‘Oppa’, baru ku kembalikan,” ujarnya yang membuat mataku melotot.

 

Shireo!!” pekik ku cepat. Namja itu tertawa.

 

“Kalau begitu, es krim ini milikku…” timpalnya sambil menyuapkan sesendok es krim ke dalam mulutnya.

 

Ya!! Itu es krim-ku! Jangan dimakan, bodoh!” teriakku lagi.

 

“Cepat panggil aku dengan sebutan ‘Oppa’.”

 

Aku menggeleng tegas.

 

“Cepat katakan!” ujarnya sambil melirikku dengan tatapan yang sangat evil. Ya! Namja ini benar-benar pantas disebut ‘pangeran kegelapan’! Dasar menyebalkan!

 

Oppa….” bisik ku hampir tak terdengar.

 

“Ulangi!” perintahnya yang membuatku semakin merasa kesal saja.

 

OPPA!!!!” teriakku tepat di telinganya. Namja itu tersentak kaget dan buru-buru menjitak kepalaku.

 

Ya!! Pelan sedikit!” protesnya. Aku cemberut.

 

Ne…oppa….” sahutku sambil tersenyum sedikit dipaksakan.

 

“Kau jelek,” ujarnya sambil memberikan es krim itu di tanganku. Aku mencibirnya dan fokus memakan es krim-ku dengan cepat.

 

“Kau jelek dan juga rakus sekali,” ucapnya yang membuat mataku melotot. Namja itu terkekeh dan kembali menjalankan mobilnya.

 

“Walaupun begitu, setidaknya aku mulai mencintaimu,” tambahnya lagi. Aku mengernyitkan dan pura-pura tidak mendengar ucapannya barusan. Apakah namja ini benar-benar mencintaiku? Atau cuma ingin menyenangkan hatiku saja? Dan bagaimana perasaan namja ini sebenarnya terhadap Shin Rin Rin?

 

 

 

 

-To Be Continued-

 

 

Author kembaliiii😄

Hukakakka~~

Gimana? Lanjutannya kelamaan? #diinjek

 

Yang belum pernah baca FF ini, silahkan mampir ke blog author yaa ^^

 

http://www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com

 

Buka halaman LIBRARY terus cari FF “My Love, My Kiss, My Heart”

 

Disana LENGKAP kok, dari PART 1 sampe PART 22 –ENDING-

 

 

 

Gomawo udah baca ^^

 

 

 

_Yoon Yeon Hyo_

 

 

47 thoughts on “FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 10)

  1. ffnya bikin aku lupa jam, nagih minta dibaca terus..
    konfliknya antara hyo kyu nya udah rada cair di part ini, tapi kayaknya bakal panas lagi di part selanjutnya #plak apa sih
    hyun sang mau ngerebut hyo ya?

  2. untung merwka udah akur hyo y udah balik k rmh,,,,,tapi bene deh ini rmh tangga yg kucu menurut ku padahal hyo ma kyu lg bertengkar n ini masalah y udah serius tp lucu ja bac situasi pa hyo mau ninggalin kyu n dia ngumpet gt n ketawan pula klo bertengkar dikit sih ngak gmn gt ini masalah y serius n situasi y jd kyk gt jd lucu ja kekekeke…..
    hyun sang ada keperluan apa???? jgn2 mau bawa kabur hyo lg….
    asik pasanga JongNa mau nyusul kyk kyi n hyo….

  3. Senangnya jika melihat hyo – kyu baikan, mesrah2an..
    Rasanya damai bgt,,

    mwo..
    Trnyata mereka saudara…

    Hyo..
    Musim salju kuq makan ice cream..

  4. Akhirnya kyuhyun jujur jg klo dy mencintai yeon hyo ^^ jong woon gkk romantis kaku bgtt sikapnya terhadap yeoja, na na sabar Ў😀
    Semakin seru thor ceritanya,bikin gregetan tiba” jd senyum” sendiri *gilllaa* wkwkkwkwk ..

  5. eonn yang romantis romantis aja kaya gini kan seru .. kk~
    kasian yeon hyo nya kalo di sakitin terus.😀
    sudah mulai mengidam rupanya.
    huuahhh makin seru aja deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s