FF “Memories” (PART 2 of 2) *END* -Sekuel FF “My Love, My Kiss, My Heart”-

 

 

WARNING ::

FF ini adalah sekuel dari FF “My Love, My Kiss, My Heart”

Jadi kedua FF ini berhubungan sangat erat, hanya saja FF ini merupakan sudut pandang dari Shin Rin Rin.

Jadi di sarankan untuk membaca FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 1 – 13) terlebih dahulu biar bisa mengerti isi FF ini🙂

 

 

[Rin-Kyu couple] “Memories”

Author : Yarica Eryana ( admin Ye-Kyu^^ )

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Main Cast :   Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun Super Junior

                        Azk Ririn Kiseki-vipelfKyunnie (admin rin-kyu) a.k.a Shin Rin Rin

Kim Hyun Sang

Sub Cast :      Admin Ye-Kyu^^ a.k.a Yoon Yeon Hyo

Frisca Setiawan a.k.a Shin Ri Young

                        Ay Wibowo (admin Kyu~Ay) a.k.a Cho Eun So

ALL member Super Junior

Genre : Romance, Hurt, Sad

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

Share by admin Ye-Kyu^^ for BFEI.

 

 

[Rin-Kyu couple] FF “Memories” –PART 2 of 2- *END*

 

 

-Prolog-

 

“Kita sudah terlambat, palli !” seru namja itu panik. Yeoja itu hanya mengangguk dan cepat-cepat mengikat tali sepatunya. “Ya!! Yoon Yeon Hyo! Kenapa lama sekali ?!” pekik  Hyun Sang tak sabar saat memergoki yeoja itu tengah sibuk merogoh tas sandangnya, mencoba mencari ponsel. “Hiyaaaaa! Ada missed call darinya!” Yeon Hyo berteriak heboh. Hyun Sang menyipitkan matanya. Tampak heran. “Nugu ?” tanya Hyun Sang penasaran. “ckck…rahasia..” sahut Yeon Hyo itu sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Ya! Ya! Palli !!” teriak namja itu sambil meraih pergelangan tangan Yeon Hyo. Dan menyuruhnya untuk cepat-cepat masuk ke dalam mobil yang sejak tadi terparkir didepan rumah Yeon Hyo. Tak lama kemudian, namja itu menghidupkan mesin mobilnya dan menginjak pedal gas. Yeoja itu kembali sibuk dengan ponselnya. Dia terlihat sedikit bosan. Tangannya menyentuh tombol DVD player mobil Hyun Sang. Menghidupkannya dengan cepat.

“Lagu ini bagus sekali…” komentar Yeon Hyo sambil memejamkan mata. Terlihat sangat cantik dengan bulu mata lentiknya. Hyun Sang mencuri pandang ke arah yeoja yang selama ini menjadi sahabatnya itu. “Kau tahu siapa yang menyanyikannya ?” tanya Hyun Sang membuat yeoja itu membuka matanya. “Molla…” sahutnya sambil menggelengkan kepala. “Itu hits terbaru dari Super Junior…” yeoja itu mengernyitkan alisnya. “Super Junior ? Boyband baru ?” Hyun Sang mengangguk. “Aku tidak begitu tertarik dengan boyband seperti yeoja lainnya. Tapi aku menyukai lagu ini. Sangat bagus. Apa judulnya ?” tanya Yeon Hyo sambil menatap Hyun Sang. Namja itu hanya tersenyum. “U…” jawab Hyun Sang singkat. Yeon Hyo tersenyum sekilas, wajahnya tampak senang. “Kau kenapa ?” tanya Hyun Sang heran. Pandangannya tetap fokus pada jalanan kota Seoul. “Aniyo…sebaiknya kita cepat-cepat sampai di kampus. Aku sudah tak sabar lagi ingin melihatnya..” sahut Yeon Hyo yang membuat Hyun Sang sontak menoleh ke arahnya. “Melihatnya ? Ya! Nuguya ?” tanya namja itu kaget, hampir berteriak. Raut wajahnya terlihat sangat cemburu. “Aniyo…bukan siapa-siapa…” sahut Yeon Hyo cepat.

“Ya!! Nuguya ? Jangan menyembuyikan sesuatu dariku Hyo-ah !” protes Hyun Sang sambil cemberut. “Dan siapa yang menghubungi mu sejak tadi ?” tambahnya lagi. Yeoja itu tertawa. “Aniyo….aku tak tahu siapa namanya.. Yang jelas, dia sangat menarik perhatianku…” sahut Yeon Hyo sambil kembali memejamkan matanya. “Lalu bagaimana dia bisa mengetahui nomor ponsel mu, sedangkan kau tidak mengenalnya ?” tanya namja itu lagi. Dia benar-benar cemburu saat ini. “Shin Ne Yon yang memberikan nomor ponsel namja itu padaku…” Yeon Hyo terlihat senang sekali. “Shin Ne Yon ? Ya!! Jadi kau duluan yang menghubungi namja itu tanpa memberitahu identitas mu ?!” Hyun Sang mendengus kesal. Dia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran yeoja.

“Ne…aku selalu menganggu namja itu sebelum tidur, dia berusaha menelepon ku. Tapi aku tak berani mengangkatnya…” Yeoja itu tersenyum lebar. “Lalu Shin Ne Yon itu siapa ?” tanya Hyun Sang lagi. “Dia sahabatku, sepupu dari namja yang menarik perhatian ku itu. Tapi sekarang dia kuliah di Jerman…” Hyun Sang menoleh. “Jadi kau mengenal saudara sepupu namja misterius itu ?” Yeon Hyo mengangguk. Hyun Sang mendecak kesal. “Ya!! Kenapa kau ini ?”  gerutu Yeon Hyo. Namja itu hanya diam dan menambah laju kecepatan mobilnya. Hyun Sang merasa harus mengetahui siapa sebenarnya namja yang telah merebut perhatian yeoja yang sangat di cintainya itu.

~XXX~

 

 

 

@Seoul, March 2007.

 

*Shin Rin Rin PoV*

 

            Aku menyeka darah yang mengalir di sela-sela hidungku dengan tissue dan kembali menata penampilan ku. Aku menatap pantulan wajahku di cermin. Terlihat sempurna. Aku tersenyum getir dan menatap jam dinding yang tertempel di sudut kamarku. Sepuluh menit lagi Kyuhyun akan menjemputku. Eomma-nya mengajak sarapan di Babtol, restoran milik eomma-nya Jong Woon oppa. Aku menyisir rambut ku dengan hati-hati. Beberapa helai rambutku terjatuh ke lantai. Rambutku rontok lagi.

Darah. Lagi-lagi aku menyeka hidungku dengan tissue. Perlahan kilauan bening mulai menetes di sudut mataku. Aku kembali menatap pantulan diriku di cermin. Bedak tipis yang memoles wajah ku tampak memudar karna air mata ku yang tak berhenti mengalir. Aku menangis. Wajahku terlihat sedikit pucat. Aku cepat-cepat menuju wastafel dan membasuh wajahku dengan air. Meraih handuk dan kembali menuju cermin oval yang tergantung di dekat jendela kamarku. Tak lama kemudian, ku dengar pintu rumah ku diketuk oleh seseorang. Aku cepat-cepat memakai bedak tipis untuk menyamarkan wajahku yang pucat. Dan segera turun ke lantai dasar. Membukakan pintu yang bercat putih itu. Dan berusaha tersenyum seperti biasanya saat membuka pintu dan bertatapan langsung dengan namja tampan itu.

“Chagiya~ kau lama sekali…” ucap Kyuhyun manja. Namja itu langsung meraihku kedalam pelukannya. Aku hanya terpaku di tempat ku berdiri. Kenapa dia manja sekali ? “Bogoshippo…” desisnya lembut di telingaku. Aroma segar menyeruak dari tubuhnya. Aku tersenyum dan melepaskan pelukannya. “Kau manja sekali…” ujarku yang membuatnya tersenyum evil. “Sudah dua hari tidak bisa bertemu dengan mu, Rin-ah… Jeongmal bogoshippo..” sahutnya sambil mengecup bibirku sekilas. Aroma segar itu kembali membuatku terlena. “Ya!! Manja sekali !” seru ku protes. Wajahnya yang innocent itu tampak cemberut. Aku terkekeh geli dan mencubit pipinya gemas.

“Jangan memasang wajah seperti itu…” ucapku sambil tersenyum. Kyuhyun masih menekuk wajahnya. “Saranghaeyo…” tambahku lagi. Senyum mulai merekah di bibirnya. Tampan sekali. “Kau mau sarapan ?” tawarnya sambil meraih pergelangan tanganku dan mengajak ku masuk kedalam rumah. Matanya menyapu seluruh ruangan. Tiba-tiba saja Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya dan berjalan ragu ke arah kotak obat yang tergeletak diatas meja dekat sofa. Aigoo! Aku lupa menyembunyikannya tadi !

“Rin-ah, ini milik mu ?” tanya Kyu heran sambil mengancungkan sebotol obat yang isinya tinggal setengah. “Ne…” aku menjawab dengan gugup. “Kau sakit ? Ya! Kau sakit apa ?” todong nya yang membuat ku terdiam sesaat. Wajahnya yang tampan terlihat khawatir. Aku benar-benar tak tega melihatnya seperti itu. “Ani…itu hanya obat tidur. Aku kesulitan tidur akhir-akhir ini…” sahutku berbohong. Kyuhyun mengernyitkan alisnya. Tampaknya dia tidak mempercayai ucapanku barusan. “Tapi ada banyak sekali obat-obatan aneh disini…” komentarnya sambil memperhatikan botol obat itu. Dengan cepat aku merebut botol obat itu dari tangannya. Dia bisa tahu penyakitku jika membaca indikasi dari obat ini.

“Gwaenchana…ini hanya obat biasa..” ucapku cepat sambil memasukkan obat itu kedalam kotaknya kembali. Kyuhyun tampak bingung. “Rin-ah, waeyo ? Kau aneh sekali..” Aku menggeleng cepat. “Ani…mungkin perasaan mu saja, Kyu…” ujarku sambil berusaha untuk tersenyum seperti biasanya. Sebenarnya air mataku bisa jatuh kapan saja. Rasanya aku ingin memberitahu Kyuhyun tentang segala yang terjadi di hidupku. Tapi itu tidak mungkin, aku bisa membuatnya sedih dan selalu mengkhawatirkan ku.

“Aku tak ingin terjadi sesuatu padamu Rin-ah… Arraseo ?” Kyuhyun tampak sangat khawatir. Mungkin hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengannya. Aku selalu berpikir seperti ini saat ahjumma ingin bertemu dengan ku. Eomma-nya Kyuhyun ingin bertemu kami berdua pagi ini. Ada hal penting yang harus kami bicarakan. Ini pasti menyangkut hubungan ku dengan Kyuhyun. Aku berusaha menahan kesedihanku dan tersenyum pada Kyuhyun. “Ne..arraseo..”

*Shin Rin Rin PoV END*

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

“Eomma…tolong pertimbangkan lagi..” ucapku memohon. Eomma hanya menggeleng tegas. Rin Rin menunduk menatap lantai. “Kau adalah pewaris utama seluruh kekayaan yang kita punya, Cho Kyuhyun. Seharusnya kau memilih pendamping hidupmu lebih baik dari yeoja ini..” Aku menatap eomma dengan tatapan yang begitu menusuk. “Kau harus fokus pada karir mu Kyu. Eomma harap kau mengerti, sebaiknya kau dan Rin Rin sama-sama membangun karir masing-masing.” Ujar eomma. “Maksud eomma?” tanya ku tak mengerti. “Eomma ingin kalian berpisah sementara waktu, tunggu sampai tiga tahun lagi. Eomma akan merestui hubungan kalian, jika kalian mampu membangun semuanya dari awal tanpa bantuan orang tua masing-masing.. Kalian tidak boleh terlalu sering berkomunikasi, fokus pada jalan karir yang di pilih masing-masing…”

Ku lihat Rin Rin menyeka air matanya. Tiga tahun itu bukan waktu yang singkat. Aku hanya bisa berdiam diri saat eomma menepuk pundak Rin Rin dan tersenyum tipis. “Sebenarnya ini bukan salahmu Shin Rin Rin, tapi karna kau adalah pewaris tunggal perusahaan Shin. Kelak kau akan berhadapan dengan Kyu… Mungkin saat ini dia adalah namja chingu mu, tapi suatu saat nanti Cho Kyuhyun akan menjadi musuh besar mu. Saingan terberatmu…” Rin Rin kembali menyeka air matanya. “Perpisahan mungkin lebih baik untuk kalian…” tambah eomma sambil melangkah menuju pintu keluar.

“Aku akan tetap mencintai putra anda, Nyonya Cho.. Aku tak peduli jika suatu saat nanti dia akan menjadi musuh terbesar ku. Aku akan tetap mencintainya !” seru Rin Rin sambil berdiri dari kursi tempatnya duduk. Eomma membalikkan tubuhnya dan menatap Rin Rin sekilas dan kemudian beralih menatap ku. “Bukan kah kau ada jadwal siang ini, Kyu ? Cepat beri salam perpisahan pada yeoja cantik disamping mu itu…” ucapan eomma begitu lembut, tapi menusuk. Rasanya sakit sekali.

“Eomma !” pekik ku kesal. Rin Rin hanya terpaku dan menatap eomma dengan pandangan yang tak dapat ku lukiskan. Terlihat begitu terluka. “Jangan sampai kalian bertemu lagi. Atau perjanjian ini akan batal…” eomma kembali berbalik dan keluar dari ruangan yang dipesan secara khusus ini. Aku bergegas mengejar eomma, tapi Rin Rin menarik pergelangan tanganku. Membuat tubuhku sontak berhadapan dengannya. Yeoja itu menarik ku kedalam pelukannya. Memeluk ku erat. Dia menangis. Ku rasakan kilauan bening mulai mengalir membasahi pipi ku. Tak ada yang mampu ku katakan lagi padanya. Aku sungguh tak rela jika harus terpisah dengannya selama itu.

“Jeongmal saranghaeyo…” bisik Rin Rin. Tangisnya meledak seketika. Pelukannya semakin erat. “Shin Rin Rin, saranghaeyo….” sahutku dengan suara serak. “Jaga dirimu baik-baik chagiya…” tambahku lagi. Yeoja itu mengangguk dan melepaskan pelukannya. Aku menyeka air mata yang membasahi wajah nya yang cantik. Meraih dagunya dan mencium bibir tipisnya dengan lembut. Yeoja itu membalas ciumanku dan kembali memeluk ku.

“Saranghae…” desisnya sambil melepaskan ciumanku. Perlahan Rin Rin mulai melangkah mundur. Aku tak kuasa untuk berdiri tegak lagi. Ku rasakan lutut ku lemas. Aku terduduk di lantai dan menyeka air mataku yang terlanjur menetes. “Cho Kyuhyun, saranghaeyo….” Rin Rin menangis dan membuka pintu dengan tangan gemetar. Yeoja itu berusaha untuk tersenyum manis padaku dan mulai melangkah keluar. Tubuhku rasanya benar-benar tak bisa digerakkan. “SHIN RIN RIN, SARANGHAE !!!!!” aku menjerit sekuat tenaga saat Rin Rin menghilang dari pandangan mataku.

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Kim Hyun Sang PoV*

“Ya!! Kim Hyun Sang!” pekik Yeon Hyo sebal. Yeoja itu meraih ponselku dengan cepat dan menghapus foto anehnya yang ku ambil barusan. Aku tertawa keras. “Kau iseng sekali !” gerutu Yeon Hyo sambil mengembalikan ponselku. Yeoja itu kembali meneruskan makan siangnya dengan wajah cemberut. Aku tersenyum dan mengacak rambutnya pelan. Lucu sekali.

“Ya! Ya! Berhenti menertawakan ku, Tuan Kim !” protesnya sambil menyipitkan mata. Aku kembali tertawa. Yeon Hyo mendengus kesal. Tak lama kemudian, seorang namja tampak menghampiri kami. Aku menjauhkan diri dari Yeon Hyo sedikit. “Ya! Tidak mengajak ku !” seru namja itu dengan raut wajah sebal. Persis ekspresi Yeon Hyo. Aku terkekeh dan menepuk bahu namja itu dengan pelan. Kemudian berdiri dari tempat ku duduk.  “Kyuhyun-ah,  aku ada urusan sedikit…” ujarku sambil tersenyum. Kyuhyun mengangguk dan kemudian duduk disebelah Yeon Hyo. “Kau mau kemana ?” todong Yeon Hyo. Aku kembali tersenyum. “Han Songsaenim ingin menemuiku…” sahutku cepat. Yeoja itu mengangguk dan kembali meneruskan makan siangnya bersama Kyuhyun. Aku bergegas meninggalkan pasangan yang tampak serasi itu. Menjauhkan diri dari pemandangan yang semakin membuat hatiku sakit. Rasanya sulit sekali bernafas saat melihat Kyuhyun dan Yeon Hyo bersama.

Ku rasakan ponsel ku bergetar dengan hebat. Aku merogoh ponsel di saku celanaku dengan cepat. Aku mengernyitkan alisku saat mengetahui siapa yang menelepon saat ini.

“Yeoboseyo ?”

“Yeoboseyo ? Hyun Sang-ah…”

“Appa ? Waeyo ?”

*Kim Hyun Sang PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Shin Rin Rin PoV*

 

“Eomma…apa yang harus ku lakukan…” desis ku sendirian. Aku membelai bingkai foto yang sejak tadi berada di genggaman tanganku. Foto seorang namja yang sangat ku cintai, Cho Kyuhyun. Setetes darah jatuh tepat di atas bingkai foto itu. Aku menghapusnya dengan cepat. Tapi lama kelamaan, darah yang jatuh di atas bingkai foto itu makin banyak saja. Aku meraih tissue dan menyeka hidungku dengan cepat. Keadaan ku mungkin sangat buruk hari ini. Aku menangis seharian sampai suaraku serak. Aku kembali memandangi wajah namja itu dengan air mata yang lagi-lagi membasahi pipi ku. Kepala ku terasa sangat berat. Aku buru-buru meraih ponselku sebelum sesuatu terjadi padaku.

“Yeoboseyo ? Eun So eonni !”

“Yeoboseyo? Rin-ah, waeyo ?” tanya nya panik.

“Sepertinya keadaan ku memburuk hari ini. Bisakah eonni menjemputku ?” suaraku semakin serak. Aku harus kerumah sakit saat ini.

“Ne.. sepuluh menit lagi eonni akan sampai. Bertahan lah sedikit lagi. Arraseo ?!” sahut Cho Eun So eonni cepat.

“Arraseo…”

*Shin Rin Rin PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

@Seoul, Mei 2009

 

*Kim Hyun Sang PoV*

 

            “Hyun Sang! Kau mau kemana? Upacara kelulusan masih dua bulan lagi !” seru yeoja itu tampak heran saat melihatku sibuk membereskan buku-buku nya di loker depan kelas kami. “Mianhaeyo Hyo-ah…sepertinya aku harus segera pindah dari kampus ini..” sahutku masih sibuk dengan kegiatan semula. “Wae? Kau mau pindah kemana?” tanya Yeon Hyo  terkejut. Aku menghela nafas berat. Tak mungkin aku katakan hal yang sebenarnya pada Yeon Hyo. “Appa pindah tugas ke Jepang. Aku harus pindah juga…” sahutku pelan. Yeoja itu menarik pergelangan tanganku. Membuatku berhadapan dengannya. “Ya!! Upacara kelulusan tinggal dua bulan lagi. Kau tidak mau merayakannya disini?” tanya nya sedih. Aku menggeleng dan kemudian tersenyum. “Tidak banyak waktu lagi Hyo-ah. Aku harus segera berangkat besok. Jaga dirimu baik-baik. Aku sudah menitipkan mu pada kyu~” suaraku terdengar serak. Aku berusaha menahan air mataku. Sebenarnya aku tak mau meninggalkan Yeon Hyo seperti ini. Walaupun yeoja ini adalah yeoja chingunya Kyuhyun. Tapi aku tetap ingin selalu berada disampingnya walaupun dia tak mencintaiku sedikitpun. Melihatnya tersenyum bahagia, itu sudah cukup untuk ku. Ku lihat yeoja itu mulai menangis.

“Hyo-ah…jangan menangis..” desis ku lirih. Aku menatapnya samar. “Berjanji lah untuk selalu tersenyum. Cho Kyuhyun akan menjagamu Hyo-ah…” aku berusaha untuk tersenyum walaupun rasanya aku tak mampu tersenyum lagi. Aku benar-benar tak ingin melihat Yeon Hyo menangis. Yeoja itu mengangguk dan menyeka air matanya dengan cepat. “Dia akan menjadi kekuatan mu…” ujarku sambil menariknya kedalam pelukan ku. Aku ingin memeluk Yeon Hyo untuk yang terakhir kalinya sebelum meninggalkan negara ini.

“Berjanji lah, kau akan bahagia bersamanya Hyo-ah…” Yeon Hyo mengangguk dan melepaskan pelukan ku. “Aku janji…” sahut Yeon Hyo pelan. “Aku tak ingin melihat mu menangis lagi. Berbahagia lah dengan Cho Kyuhyun…” Aku merasakan kilauan bening mulai menetes dari sudut mataku saat yeoja itu memeluk ku. “Kau sahabat terbaik ku, Hyun Sang-ah… Selamanya akan tetap seperti itu…”

*Kim Hyun Sang PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Shin Rin Rin PoV*

Dua tahun berlalu. Tinggal satu tahun lagi, aku bisa bertemu Kyuhyun dengan bebas. Ahjumma akan merestui hubungan kami dan persaingan antara perusahaan appa dengan perusahaan milik keluarga Kyuhyun akan menjadi semu. Selama dua tahun ini aku berusaha membangun bisnis ku sendiri. Membuka butik dan percetakan. Usahaku cukup maju pesat. Dan design rancangan ku juga banyak di pesan oleh agency model maupun beberapa perusahaan entertaiment raksasa. Dan sudah dua kali aku membuatkan rancangan untuk kostum panggung Super Junior.

Selama dua tahun ini, aku tak pernah menemui Kyuhyun. Kami hanya berkomunikasi lewat e-mail dan ponsel. Dan beberapa bulan ini Kyuhyun sibuk sekali dan jarang mengirimkan e-mailnya padaku, karna agenda padat Super Junior yang membuatnya harus bolak-balik keluar negeri. Selama dua tahun ini, aku selalu berusaha untuk menonton setiap aksi panggung Super Junior di antara ribuan penonton demi melihat Kyuhyun dari jauh. Aku ingin sekali berbicara langsung dengannya, menatap matanya yang teduh dan memeluknya. Tapi keadaan tidak mengizinkan ku. Eomma-nya Kyuhyun selalu mengirimkan beberapa orang untuk mengawasi ku agar tidak bisa bertemu Kyuhyun.

Aku kembali memandang layar laptopku. Aku ingin membuatkan kostum panggung untuk lagu solo Kyuhyun. Semua member Super Junior tahu hubungan ku dengan eomma Kyuhyun tidak lah baik. Tapi semuanya begitu mencemaskan ku. Bahkan Sungmin oppa beberapa kali meluangkan waktunya untuk menemui ku. Hanya untuk mengantarkan titipan dari Kyuhyun. Dan disaat aku berulang tahun, Sungmin oppa yang mengantarkan kue ulang tahun dan kado yang dititipkan oleh Kyuhyun. Aku merayakan ulang tahun ku sendirian, seperti biasa. Hanya Cho Eun So eonni yang biasa menemani ku kerumah sakit setiap minggu itu yang mencoba menghiburku disaat aku menangis tiap kali aku merindukan Kyuhyun.

Cho Kyuhyun, namja yang sangat ku cintai itu berada tak jauh dari ku. Dia memang berada disekitarku. Tapi aku tak bisa menjangkaunya sedikitpun. Seperti ada jurang yang terbentang diantara kami. Dan aku kini berusaha membangun jembatan untuk melampaui jurang itu. Aku sangat merindukannya. “Kyuhyun-ah… bogoshippo…”

*Shin Rin Rin PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Hyung~ tolong lah…” ujarku dengan tampang memelas. Sungmin hyung tersenyum melihat tingkahku. “Ya! Kali ini apa lagi yang kau kirimkan untuknya, Kyunnie ?” desak Yesung hyung sambil merebut kotak itu dari tanganku. “Hyung tak boleh melihatnya !” seruku panik. Aku segera meraih kotak berwarna keperakan itu kembali dan memeluknya erat. “Hahhaa…lucu sekali kau, Kyunnie..” komentar Sungmin hyung yang membuatku kembali menatapnya. “Ayo lah…ini yang terakhir kalinya Hyung~” aku berusaha membujuk Sungmin hyung untuk kembali mengantarkan titipanku pada Rin Rin.

Sungmin hyung menggeleng tegas. “Terakhir kali aku mengantarkan titipan mu itu aku dikejar-kejar ELF…” timpal Sungmin hyung. Yesung hyung tertawa. “Kejadian itu lucu sekali, Sungmin-ah… Raut wajahmu sangat lucu !” sambar Yesung hyung. Sungmin hyung cemberut dan kembali memainkan ponselnya. “Aiish! Kim Jong Woon! Kau menganggu bisnis ku saja !” decak ku kesal. Yesung hyung sontak menjitak kepala ku. “Ya!! Sopan lah!” seru Yesung hyung. Aku meringis.

“Hyung~~” rengek ku manja. Berusaha memohon pada Sungmin hyung agar mau mengantarkan hadiah ini untuk Rin Rin. Sungmin hyung menatapku. “Sebenarnya apa isi kotak itu ?” tanyanya penasaran. “Liontin turun temurun dari keluarga ku. Ini diwariskan padaku dan hanya diberikan pada yeoja yang kelak menjadi istri ku…” jawabku sambil membuka kotak keperakan itu. Didalamnya terdapat sebuah liontin dengan permata berwarna shappire blue yang cantik. “Jadi kau ingin menjadikan Rin Rin istrimu ?” tanya Yesung hyung ikut-ikutan. Aku mengangguk. “Tahun depan, saat kami bertemu kembali. Aku akan memintanya menjadi istriku, Hyung…”

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Kim Hyun Sang PoV*

 

“Appa, ini tidak mungkin !” protesku. Appa hanya menepuk pelan pundak ku. “Perjodohan sudah di atur sejak kita masih berada di Seoul. Dan kau tidak boleh mundur…” sahut oppa tenang, “Tapi appa, aku sama sekali tidak mengenalnya. Apalagi mencintainya !” Aku bangkit dari tempat ku duduk. Appa berusaha menenangkan ku. “Dia yeoja yang tepat untuk mu Hyun Sang-ah.. Dia cantik, pintar dan juga sangat mandiri. Bahkan dia sudah membangun usaha butik dan percetakan sendiri..” timpal appa. Aku tahu appa pasti membujuk ku untuk menerima perjodohan ini.

“Tapi…aku sama sekali tak mengenal yeoja itu…” sahutku lemah. “Cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya Hyun Sang-ah… Kau satu-satunya putra yang appa miliki dan calon penerus perusahaan appa… Shin Rin Rin adalah yeoja yang tepat untuk mu..” Aku menghela nafas berat. Appa adalah satu-satunya yang ku miliki didunia ini setelah eomma meninggal. Mau tidak mau, aku harus menurutinya. “Kau akan bertunangan dengannya tahun depan. Saat dia kembali ke Jepang..”

*Kim Hyun Sang PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

@Seoul, April 2010.

 

*Shin Rin Rin PoV*

 

“Appa, bisakah memberi waktu untuk ku berpikir sejenak ?” tanya ku pelan. Aku tak menyangka appa bisa datang menemui ku di Seoul dan memintaku untuk segera menikah dengan namja yang ia pilihkan untuk ku. Appa menghela nafas berat. “Perusahaan Shin berada diambang kehancuran.. Dan kau masih meminta waktu untuk berpikir ? Ya! Shin Rin Rin, tunjukkan lah rasa hormat terhadap appa !” aku bisa merasakan appa marah padaku saat ini.

“Tapi aku sama sekali tidak mengenal Kim Hyun Sang…” desisku lemah. “Walaupun kau tidak mengenalnya, kau harus menikah dengannya Rin-ah !” bentak appa. Aku terdiam. Kurasakan air mataku mengalir membasahi pipiku. “Tapi bagaimana dengan Kyuhyun…..” suaraku serak. Aku mulai menangis. “Ya!! Kau masih mengharapkan namja yang jelas-jelas musuh mu itu ?! Apakah kau lupa kalau appa dari namja yang kau cintai itu telah membuat perusahaan kita terancam bangkrut ?! Kau ingin melihat appa-mu  sendiri mati di hadapanmu ?!!” appa memukul meja yang berada dihadapanku. Kurasakan tubuhku mulai gemetar.

“Ani…aku tidak bermaksud seperti itu…” sahutku terbata-bata. “Lalu apa yang kau inginkan Rin-ah ?! Kau tak ingin berbakti pada orang tua mu sendiri ?!! Hanya appa yang membesarkan mu selama ini !!” Aku menggigit bibir bawahku. Rasanya sulit sekali menerima semua kenyataan ini. Terlalu sakit untuk ku. Aku berusaha menatap raut wajah appa yang terlihat berbeda. Appa tak pernah membentak ku seperti ini.

Aku mengatur nafasku dan mencoba bicara lagi. “Aku punya satu syarat…” ujarku pada akhirnya. Appa mengangguk. “Katakan lah…” sahutnya cepat. “Izinkan lah aku untuk menemui Kyuhyun sekali saja…” ucapku dengan bibir bergetar. Aku menyeka air mataku dengan cepat. Sakit sekali rasanya. Perlahan ku genggam liontin pemberian Kyuhyun yang tak pernah lepas dari leherku. “Ne…temui lah dia malam ini. Besok pagi kau harus berangkat dengan pesawat pertama…”

*Shin Rin Rin PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Rin-ah…waeyo? tak ada satu pun e-mail ku yang kau balas akhir-akhir ini…” aku mengirimkan pesan singkat itu dengan cepat. Dan menunggu ponselku itu bergetar. Rin Rin aneh sekali. Dia biasanya selalu membalas e-mail ku atau menelepon ku hanya untuk menanyakan kabar ku setiap hari. Aku menatap layar ponsel ku dengan tak sabar. Sudah tiga tahun aku tak bertemu dengannya. Besok adalah hari terakhir perjanjian kami dengan eomma. Setelah itu aku bisa menemuinya setiap hari dengan bebas.

Tak lama kemudian ponsel ku bergetar. Aku cepat-cepat membuka pesan masuk itu dengan tak sabar.

            From : Rin Rin chagi

            Message : Temui aku di taman kota Seoul nanti malam.

 

Aku mengernyitkan alisku. Pesan yang dikirimkan oleh Rin Rin memang isinya ingin bertemu denganku. Tapi tidak biasanya dia seperti ini. Dia terlihat aneh. Ada apa sebenarnya ? Aku merogoh saku jas ku. Kotak kecil ini berisi sepasang cincin. Aku akan melamar Rin Rin malam ini juga.

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Shin Rin Rin PoV*

 

Aku memasukkan pakaian ku kedalam koper dengan tergesa. Besok pagi aku harus meninggalkan kota ini, meninggalkan sahabatku Cho Eun So eonni dan juga namja yang sangat ku cintai, Cho Kyuhyun. Aku meraih bingkai foto yang selama ini menemani tidurku. Foto seorang namja tampan bernama Cho Kyuhyun yang ku rindukan. Aku akan menemuinya malam ini, bukan sebagai awal. Tapi akhir. Malam ini aku akan melihatnya terakhir kali sebelum aku pergi. Aku harus membuatnya melupakan ku. Walaupun sebenarnya aku tak ingin dia melupakan ku sedetik saja. Tapi hal ini yang harus ku lakukan demi appa. Aku benar-benar berada dipilihan yang sulit. Antara memilih Cho Kyuhyun dan appa-ku sendiri. Keduanya adalah orang yang sangat penting untuk ku. Tapi hanya ada satu pilihan yang harus ku pilih.

Darah. Lagi-lagi darah itu menetes di atas foto namja yang ku cintai. Aku menyeka darah yang menetes dari sela-sela hidungku dengan punggung tangan. Aku tak sanggup menahan semua beban ini sendirian. Semua ini terasa tidak adil untuk ku. Aku menatap foto Kyuhyun dengan pandangan samar. Tak lama kemudian, tangisku pun pecah untuk kesekian kalinya.

*Shin Rin Rin PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

           

Aku bergegas keluar dari mobilku dan melihat ke sekeliling. Mencari Shin Rin Rin, yeoja yang selama tiga tahun ini selalu ku rindukan. Rasanya tiga tahun itu begitu lama. Aku tak menyangka kalau hari ini akhirnya tiba juga. Benar-benar seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

“Rin-ah!” seru ku senang saat melihat yeoja itu tengah duduk menanti ku di bangku taman kota Seoul. Yeoja itu tersenyum hambar dan langsung memeluk ku. Aku membalas pelukannya. “Sudah tiga tahun berlalu Rin-ah… Eomma sudah mengetahui semua usaha yang kita lakukan selama ini. Kau sukses besar dengan usaha butik dan percetakan mu. Nama mu terkenal di seluruh Korea sebagai designer ternama. Sedangkan aku sudah sukses dengan boyband Super Junior ku. Seluruh Asia mengenal wajahku, namaku dan suaraku. Eomma sudah menyetujui hubungan kita!” seru ku senang. Raut wajah yeoja itu tampak berubah. Senyum tipis terukir jelas di wajahnya yang cantik.

“Kyu…mianhae…” desis Rin Rin yang membuatku tak mengerti. “Rin-ah, waeyo?” tanyaku tampak terburu-buru. “Besok aku akan pindah ke Jepang. Aku harus menikah dengan namja pilihan appa. Aku harus menikahi namja itu untuk menyelamatkan perusahaan appa… Perusahaan appa terancam bangkrut, kyu… Bahkan jika seluruh uang dan hasil kerja keras ku selama ini di keluarkan untuk menutupi kerugian perusahaan appa, semua itu tetap tidaklah cukup. Aku harus melakukan semua ini Kyu… mianhae…” ucapan Rin Rin sontak membuatku lemas. Aku terduduk di bangku taman yang mulai tertutup daun-daun musim gugur. Berusaha mencerna apa yang terjadi barusan. “Jadi kita menunggu selama tiga tahun ini… hanya sia-sia?” ucapku terbata-bata. Kilauan bening mulai menetes dari sudut mataku. Aku menyeka nya dengan cepat. “Kyu, ku mohon.. Jangan membenciku…” Rin Rin memeluk ku. Aku segera melepaskan pelukannya dan menatap kedua matanya tajam. “Kau tidak mencintaiku?” tanya ku. Rasanya sakit sekali. “Aku tidak mencintaimu Kyu..” jawab Rin Rin pelan. “Rin-ah! Jangan berbohong!!” ujar ku kesal. “Aku tidak mencintaimu, Cho Kyuhyun… Mianhae..” Yeoja itu sontak berlari meninggalkan ku. Ku lihat tadi air matanya mengalir deras. Aku sontak mengejar yeoja yang sudah masuk kedalam mobil itu.

“Rin-ah ! Jangan pergi ! Ku mohon jangan pergi !!” jeritku sambil mengetuk kaca mobil Rin Rin dengan keras. Yeoja itu menyeka air matanya dan mulai menginjak pedal gas. Mobil itu perlahan bergerak. Aku berlari kecil untuk tetap berusaha mengajak Rin Rin bicara. “Rin-ah ! Katakan kau mencintaiku ! Cepat katakan !!” seru ku sambil memukul kaca mobil Rin Rin. Yeoja itu tak menoleh sedikitpun. Rin Rin menambah laju kecepatan mobilnya yang membuatku sontak berlari untuk mengejarnya. Tapi sia-sia, mobil itu terlalu cepat. Aku berhenti berlari dengan nafas tersengal. Kurasakan lututku lemas, aku terduduk di aspal.  “SHIN RIN RIN, KU MOHON JANGAN PERGI !!!”

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

-Epilog-

 

“Cho Kyuhyun… aku berjanji.. suatu saat nanti aku akan kembali menemui mu. Jeongmal Saranghaeyo…” Rin Rin menatap kota Seoul untuk yang terakhir kalinya. Perlahan yeoja itu menyeret kopernya sambil sesekali terbatuk kecil. Rin Rin tak memberi tahu siapapun mengenai jadwal keberangkatan pesawatnya ke Jepang. Yeoja itu menghela nafas berat dan memasuki pintu keberangkatan dengan hati hancur.

 

 

~XXX~

 

 

 

@Seoul, April 2010.

 

“Hyo~ah…saranghae~” ujar namja itu yang membuat Yeon Hyo menoleh. Yeon Hyo menatap ke arah namja yang sangat ia cintai. “Cho Kyuhyun…saranghae~” balas Yeon Hyo sambil tersenyum. Tiba-tiba tampak sebuah truk besar tepat di hadapan Yeon Hyo dan Kyuhyun. “AAARRGGHHH!!!!” terdengar jeritan diiringi dengan suara tabrakan yang keras. Kyuhyun berusaha mengelak, mobil itu malah menghantam tepian jalan sebelah kanan. Yeon Hyo menjerit kesakitan saat mendapati kepalanya penuh dengan darah, begitu juga dengan tubuh yeoja itu terhimpit badan mobil. Seketika Yeon Hyo menoleh ke arah samping, tempat namja chingunya berada. Namja tampan itu tak bergerak sama sekali. Raut wajah Yeon Hyo langsung berubah drastis. Dia tidak lagi menghiraukan rasa sakit pada tubuhnya dan mengguncang-guncangkan tubuh Kyuhyun. Tak ada reaksi sedikitpun.

“CHO KYUHYUN!!!!!” jerit Yeon Hyo saat melihat namja tampan itu tampak tak bergerak lagi. Yeon Hyo tak bisa merasakan kakinya sendiri. Dengan susah payah yeoja itu menarik tubuhnya, berusaha keluar dari mobil. Beberapa pengendara yang melintas mulai berdatangan untuk menolong. “Tolong dia….” desis Yeon Hyo lemah sambil menunjuk ke arah namja chingunya berada. Beberapa orang tampak mengeluarkan tubuh Kyuhyun keluar dari mobil. Yeon Hyo menyeret tubuhnya, berusaha menggapai Kyuhyun walaupun kaki nya tak bisa di gerakkan.

“Cho Kyuhyun……” bisik Yeon Hyo tepat di telinga namja tampan itu. Tak bergerak. “Saranghae~” bisiknya lagi. Darah segar mengalir di sela-sela hidung dan mulut Kyuhyun. “Ku mohon jangan pergi…” ujar Yeon Hyo mulai terisak. Yeoja itu menjerit. Memeluk tubuh namja yang sudah tak bernyawa lagi itu dengan erat. “Ambulance!! Cepat panggil ambulance!!!” jerit Yeon Hyo sambil menangis.

~XXX~

 

 

 

@Paris, Agustus 2011.

 

“Yeoboseyo? Eomma! Ne..sekarang kami sedang dalam perjalanan menuju museum yang eomma pilihkan untuk kami. Mwoo? Shin Rin Rin pulang ke Seoul kemarin? Dan sekarang menuju Paris? Menyusulku? Aigoo! Eomma, bisakah menghentikannya?!” Kyuhyun segera menutup sambungan teleponnya saat Yeon Hyo menatap namja itu dengan curiga.

“Shin Rin Rin? Siapa yeoja itu?” todongnya. Kyuhyun tak bisa menjawab. Lidahnya begitu kelu. Kyuhyun tampak tak ingin mengungkit soal yeoja itu lagi. Terlalu menyakitkan. “Siapa dia?!”  tanya Yeon Hyo dengan nada yang mulai meninggi. “Dia…..” Kyuhyun terdiam, tak mampu melanjutkan kata-katanya lagi. “Siapa?!” Yeon Hyo menatap namja tampan itu dengan sorotan mata yang tajam. “Dia yeoja chinguku…” ujar Kyuhyun kemudian. Yeon Hyo menutup mulutnya, tampak terkejut. “Kau…..” desisnya. “Aniyo…ini tidak seperti yang kau pikirkan!” Kyuhyun membela diri. Yeoja itu memalingkan wajahnya. Tak lama kemudian ponsel Kyuhyun kembali berdering. Nama yang tertera di ponsel namja itu bukan lagi eomma-nya, tapi yeoja itu….Shin Rin Rin…

 

 

-THE END-

 

 

Kkeekkeke~ abis itu udah tau kan jalan cerita nya kan ??

Kita kembali ke FF “My Love, My Kiss, My Heart”

*plaaakk

Yaakk!! Ini sebenarnya FF ‘oneshoot’ tapi karna panjang, jadi dibuat 2 PART =.=’

Eottohke ? kekekkekee~

Akhirnya diriku berhasil membuat Rin-Kyu couple😄 *pletaakk

Jangan lupa komment nyaaa…

Karna ini sekuel dari FF “My Love, My Kiss, My Heart” jadi sebenernya gak bener-bener selesai kok. Kan ceritanya masih lanjut di FF “My Love, My Kiss, My Heart”.

JANGAN JADI SILENT READERS…saya tidak suka =.=’

Selanjutnyaa…..

FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 14)

-COMING SOON-

28 thoughts on “FF “Memories” (PART 2 of 2) *END* -Sekuel FF “My Love, My Kiss, My Heart”-

  1. a….dah itu doang min komennya^^……….#digebukinmimin………bingung mau bilang apa ,,yah sekian dari saya kalo ada salah saya minta maaf #mantan bu camat xD………bye byehh!! xDDD

  2. Ahhh baru baca FF nya sekarang ni.hehe
    Tapi,FF nya keren.Setelah baca sampai END, Ceritanya sedih T_T
    Ah iya 1 lagi.aku masih bingun dengan HyoKyu itu kenapa bisa berhubungan? .__.

  3. Uwahhh …!!
    Parah nih author ..!!
    Bkin readers serba salah ..!!

    — dukung yg mnaa nih ,,???
    Yeon hyo ayo rin rin ..!!
    2.2nya sma2 mmbtuhkan kyuhyun ..!!!

  4. Aigoo.. Sedih banget eon..
    Rasanya klo cinta bertepuk sebelah tangan itu sesuatu banget ya.😦
    Mantab lah sudah eon.
    Lengkap mau itu my love , my kiss, my heart ataupun ini, feel nya dapet banget!
    Jeongmal DAEBAK!
    Hhe..

  5. ohhh jd gini crtx…jd ksian ma rin rin…mianhaeyo rin rin ssi aq udh ngata2in km kmrn…..

    v nasib yeon hyo eotteohke???kyu bkal kembali ma rin2 kah stelah tw kebenaranx…dan liontin itu ternyata yg d ksh kyu…v knp bza da d tangan teuki oppa???

  6. ohhh jd gini crtx…jd ksian ma rin rin…mianhaeyo rin rin ssi aq udh ngata2in km kmrn…..

    v nasib yeon hyo eotteohke???kyu bkal kembali ma rin2 kah stelah tw kebenaranx…dan liontin itu ternyata yg d ksh kyu…v knp bza da d tangan teuki oppa???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s