FF “Memories” (PART 1 of 2) -Sekuel FF “My Love, My Kiss, My Heart”-

 

WARNING ::

FF ini adalah sekuel dari FF “My Love, My Kiss, My Heart”

Jadi kedua FF ini berhubungan sangat erat, hanya saja FF ini merupakan sudut pandang dari Shin Rin Rin.

Jadi di sarankan untuk membaca FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 1 – 13) terlebih dahulu biar bisa mengerti isi FF ini🙂

 

 

[Rin-Kyu couple] “Memories”

Author : Yarica Eryana ( admin Ye-Kyu^^ )

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Main Cast :   Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun Super Junior

                        Azk Ririn Kiseki-vipelfKyunnie (admin rin-kyu) a.k.a Shin Rin Rin

Kim Hyun Sang

Sub Cast :      Admin Ye-Kyu^^ a.k.a Yoon Yeon Hyo

Frisca Setiawan a.k.a Shin Ri Young

                        Ay Wibowo (admin Kyu~Ay) a.k.a Cho Eun So

ALL member Super Junior

Genre : Romance, Hurt, Sad

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

Share by admin Ye-Kyu^^ for BFEI.

 

 

[Rin-Kyu couple] FF “Memories” –PART 1 of 2-

 

 

 

 

@Seoul, November 2006.

 

*Author PoV*

 

Hari masih pagi, tapi jalanan kota Seoul sudah mulai padat. Beberapa mahasiswa Inha University tampak memarkirkan kendaraan mereka di lahan parkir yang tersisa. Seorang yeoja tampak tergesa-gesa keluar dari mobil merah yang masih baru itu dan membawa beberapa buah buku tebal dalam pelukannya. Ia berjalan cepat melewati lapangan basket, melalui beberapa kelas musik hingga pada akhirnya langkah yeoja itu terhenti didepan sebuah papan pengumuman besar yang berisi penuh dengan poster-poster berukuran raksasa.

Senyum tipis menghiasi wajahnya yang cantik saat melihat poster besar bertajuk “SUPER JUNIOR KINI MENJADI GRUP PERMANEN DENGAN 13 ANGGOTA”. Sebenarnya poster itu sudah lama tertempel disana sejak berita tentang penambahan Kyuhyun sebagai anggota terakhir dari Super Junior mencuat ke media. Yeoja itu kemudian melangkah masuk kedalam kelas seni yang sudah terisi hampir setengahnya. Pandangannya tertuju pada seorang yeoja yang tengah sibuk mencatat tugas yang akan dikumpulkan hari ini. “Eonni !” serunya yang membuat yeoja yang sibuk mencatat itu terlonjak kaget. “Ya!! Shin Rin Rin !” pekiknya sebal. Yeoja yang bernama Shin Rin Rin itu hanya tertawa. “Eonni belum mengerjakan tugas ?” tanyanya pada yeoja yang berusia hanya beberapa bulan lebih tua darinya itu. Mereka sahabat dekat. Walaupun umurnya hanya terpaut beberapa bulan saja, Rin Rin merasa harus memanggilnya dengan sebutan ‘eonni’.

“Aku malas…” sahut yeoja itu sambil kembali dengan kesibukannya. Rin Rin hanya mengangguk dan menaruh beberapa buku tebal di atas meja dengan perlahan. Yeoja yang sibuk menulis itu tampak memperhatikan raut wajah Rin Rin. “Rin-ah, waeyo ? sepertinya kau ada masalah ?” yeoja itu menggeleng. “Hhmm..pasti karna namja chingu mu itu…” Rin Rin tersentak. “Ani..bukan dia…tapi ini masalah eommanya..” sahut Rin Rin setengah berbisik. “Ahjumma itu masih menentang hubungan kalian ?” selidik yeoja manis itu sambil meletakkan bolpoin yang sejak tadi digunakannya. Sepertinya masalah Rin Rin lebih menarik ketimbang mengerjakan tumpukan tugas itu. Rin Rin mengangguk. Tak lama kemudian seorang namja dengan topi dan masker putih tampak menghampiri kedua yeoja tersebut. Tangannya sontak menarik pergelangan tangan Rin Rin. Yeoja yang semula sibuk berbicara dengan sahabatnya itu tampak kaget, tapi seketika wajahnya langsung berubah padam saat mengetahui siapa sebenarnya namja yang menarik tangannya secara tiba-tiba itu. “Cho Eun So, tolong katakan pada Kim songsaenim, aku izin tak bisa mengikuti mata kuliahnya hari ini..” ujar Rin Rin terburu-buru. Namja dengan masker dan topi putih itu mengajak Rin Rin keluar dari ruangan besar itu tanpa berbicara sepatah katapun. Yeoja yang sedari tadi menunggu cerita dari Rin Rin itu hanya bisa menatap kepergian sahabatnya itu dengan tatapan kosong.

*Author PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Shin Rin Rin PoV*

 

“Ya!! Selalu muncul tiba-tiba !” protes ku sambil cemberut. Namja itu sontak melepas masker putihnya dan tersenyum lebar. “Susah sekali bertemu dengan mu…” sahutnya sambil memandang ombak yang terbentang di hadapan kami. Aku mendengus kesal. “Tapi mata kuliah pagi ini sangat penting bagi ku…” Namja itu menoleh. “Lebih penting yang mana ? Aku atau mata kuliah mu yang membosankan itu ?” Huufhh..lagi-lagi dia menanyakan hal yang sama. Aku memalingkan wajahku, tak ingin menatap wajahnya yang tampan itu. Rasanya ingin selalu berada didekatnya setiap saat, tapi keadaan kami yang menyebabkan semua impian ku itu tak akan pernah terjadi.

“Rin-ah ? Waeyo ?” namja itu membelai rambutku dengan lembut. Aku kembali memandangi wajahnya. Selalu saja seperti ini. Selalu saja rasa bersalah menghantui ku. Selalu saja perasaan sesak itu muncul. Aku sungguh-sungguh ingin selalu berada di sampingnya. Dari kecil kami selalu bersama, hingga saat dua tahun yang lalu namja ini menyatakan perasaannya padaku. Aku masih bisa mengingatnya, suara dentingan piano yang ia mainkan. Suara nya yang merdu. Dan ekspresi wajahnya saat itu. Aku benar-benar bisa mengingat semuanya.

“Cho Kyuhyun, saranghaeyo…” tiba-tiba saja kata-kata itu meluncur dari bibir ku. Namja itu tersenyum. “Tanpa kau katakan pun, aku sudah mengetahuinya…” Aku menunduk. Bisa ku rasakan tubuh hangat namja itu memeluk ku. Nyaman sekali.

“Haruskah kita selalu seperti ini ?” desisku lirih. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap kedua bola mataku. “Aku tak akan meninggalkan mu Rin-ah…” Aku menghela nafas berat. “Tapi sampai kapan pun, eomma-mu tidak akan merestui hubungan kita, Kyu…” Namja itu terdiam. “Bahkan walaupun aku jauh dari appa-ku, tetap saja ahjumma menganggap kalau aku ini musuh..” Aku menatap deburan ombak yang berkejar-kejaran di hadapanku. “Bukan seperti itu….” akhirnya Kyu bersuara. “Hanya karna aku pewaris tunggal perusahaan Shin, eomma-mu tidak menyetujui hubungan kita.. Dia selalu menganggapku musuh…” Kyuhyun meraih daguku, memaksaku untuk menatap kedua bola matanya. Kedua bola mata cokelat bening itu tampak berkaca-kaca. “Walaupun eomma menentang hubungan kita, tapi aku akan tetap bertahan Rin-ah… Aku akan mengajak mu pergi dari negara ini jika kau mau…” Aku menggeleng cepat. “Kau harus memikirkan karir mu, Tuan Cho. Saat ini kau adalah member dari boyband Super Junior. Impian mu kini berada didepan mata.. Aku tak ingin menjadi perusak impian mu itu..” Kyuhyun cemberut. “Lalu apa yang harus ku lakukan ? Bahkan untuk bertemu dengan mu saja semakin sulit…” Aku tersenyum dan mengacak rambutnya pelan. “Cintai aku selamanya, itu sudah cukup untuk ku.. Cho Kyuhyun…”

*Shin Rin Rin PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Aku pulang!” seru ku sambil membuka sepatu dan meletakkan nya dengan rapi didepan pintu masuk. Ini rumah kedua ku. Tempat yang harus ku tinggali sebagai member Super Junior. Ku lihat Leeteuk hyung yang asyik membaca tabloid mingguan tampak menoleh ke arahku. Senyumannya merekah. Dia memang leader yang baik.

“Kyunnie, dari mana saja kau ?” tanyanya sambil melipat tabloid itu dan menaruhnya di atas meja. Aku menatapnya dengan malas. Sebenarnya aku tak mau di introgasi saat ini. Tapi karna aku ini magnae dan baru saja bergabung dengan para member Super Junior beberapa bulan yang lalu membuatku merasa harus bersikap ‘sedikit hormat’ pada Hyung-ku yang tertua ini. “Bertemu Rin Rin…” sahutku sambil ngeluyur pergi menuju dapur. Namja yang dijuluki ‘angel without wings’ itu hanya melongo heran. Aku tak menghiraukan tatapannya dan membuka kulkas dengan cepat. Ekor mata ku menangkap sebotol softdrink yang kelihatan sangat segar di pojok kulkas. Aku langsung mengambilnya dan membuka tutup botol softdrink itu tanpa menutup kulkas terlebih dahulu.

“Ya!! Cho Kyuhyun, cepat tutup !” seru seorang namja berperawakan kecil yang tengah berkutat dengan asap dapur. Aku menoleh sejenak dan kembali meminum softdrink itu tanpa menghiraukan ucapannya. Eternal magnae itu melotot dan dengan cepat menghampiriku. *PLETAAKK* sebuah jitakan mendarat di atas kepalaku. Aku meringis. “Ya!! Sakit sekali Hyung !” seru ku protes. Ryeowook hyung tersenyum lebar. “Jangan habiskan, nanti Eunhyuk hyung memarahi mu…” ujarnya menasehati. Aku mengangguk dengan malas. Tapi botol softdrink itu tak kunjung lepas dari genggaman tanganku. Dengan cepat, aku meminumnya sampai habis. Mengganti isinya dengan air mineral yang diberi pewarna biru. Dan kembali meletakkan botol softdrink abal-abal itu kedalam kulkas tanpa sepengetahuan Ryeowook hyung. Aku tersenyum puas.

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Kim Hyun Sang PoV*

 

            “Kita sudah terlambat, palli !” seru ku panik. Yeoja itu hanya mengangguk dan cepat-cepat mengikat tali sepatunya. “Ya!! Yoon Yeon Hyo! Kenapa lama sekali ?!” pekik ku tak sabar saat memergoki yeoja itu tengah sibuk merogoh tas sandangnya, mencoba mencari ponsel. “Hiyaaaaa! Ada missed call darinya!” Yeon Hyo berteriak heboh. Aku menyipitkan mataku. “Nugu ?” tanya ku penasaran. “ckck…rahasia..” sahut yeoja itu sambil mengedipkan sebelah matanya. Aaiish! Yeoja ini ! Membuatku penasaran saja !

“Ya! Ya! Palli !!” teriak ku sambil meraih pergelangan tangan yeoja itu. Dan menyuruhnya untuk cepat-cepat masuk ke dalam mobilku. Tak lama kemudian, aku menghidupkan mesin mobilku dan menginjak pedal gas. Yeoja itu kembali sibuk dengan ponselnya. Dia terlihat sedikit bosan. Tangannya menyentuh tombol DVD player mobilku. Menghidupkannya dengan cepat.

“Lagu ini bagus sekali…” komentar Yeon Hyo sambil memejamkan mata. Terlihat sangat cantik dengan bulu mata lentiknya. Aku mencuri pandang ke arah yeoja yang selama ini menjadi sahabatku itu. “Kau tahu siapa yang menyanyikannya ?” tanya ku membuat yeoja itu membuka matanya. “Molla…” sahutnya sambil menggelengkan kepala. “Itu hits terbaru dari Super Junior…” yeoja itu mengeryitkan alisnya. “Super Junior ? Boyband baru ?” Aku mengangguk. “Aku tidak begitu tertarik dengan boyband seperti yeoja lainnya. Tapi aku menyukai lagu ini. Sangat bagus. Apa judulnya ?” tanya yeoja itu sambil menatapku. Aku tersenyum. “U…” jawabku singkat. Yeon Hyo tersenyum sekilas, wajahnya tampak senang. “Kau kenapa ?” tanya ku heran. Pandanganku kembali fokus pada jalanan kota Seoul. “Aniyo…sebaiknya kita cepat-cepat sampai di kampus. Aku sudah tak sabar lagi ingin melihatnya..” sahut Yeon Hyo yang membuatku sontak menoleh ke arahnya. “Melihatnya ? Ya! Nuguya ?” tanya ku kaget, hampir berteriak. Sebenarnya siapa yang ingin dilihat oleh yeoja ini ? Membuatku cemburu saja. “Aniyo…bukan siapa-siapa…”

*Kim Hyun Sang PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Shin Rin Rin PoV*

 

            “Eonni… minum lah obat ini…” Yeoja itu menyodorkan beberapa butir obat. Aku mengangguk dan meminumnya dengan cepat. “Kau harus cepat sembuh eonni..” tambahnya lagi. Aku tersenyum miris. “Kau jadi pulang ke Jepang sore ini ?” tanya ku pelan. Yeoja itu mengangguk. “Tidak menemui Jong Woon oppa terlebih dahulu ?” tanya ku lagi. Shin Ri Young hanya tersenyum. “Aniyo…aku tak mengenalnya sama sekali. Seumur hidupku belum pernah bertemu dengannya..” sahut Young-ah. “Eonni juga belum pernah menemuinya, tapi eonni tahu siapa dia…” Young-ah tampak menyimak perkataanku. “Memangnya dia siapa eonni ?” tanya Young-ah penasaran. “Yesung Super Junior… dia itu Jong Woon oppa kita…” jawabku sambil menarik selimut. Aku menggigil kedinginan.

“Mwoya?! Jadi Yesung oppa yang tampan itu sebenarnya sepupu jauh kita ?” Yeoja itu membelalakan matanya, tampak kaget. “Ne…tapi eonni belum pernah menemuinya. Walaupun pada akhirnya nanti eonni bisa bertemu dengannya, eonni tak ingin dia tahu kalau eonni adalah sepupu jauhnya karna satu alasan…” aku menggantungkan kalimatku. Sesak sekali rasanya. “Alasan apa ? Eonni…ceritakan lah padaku..” Raut wajah Young-ah berubah.

“Karna Cho Kyuhyun… Namja chingu ku itu adalah member terakhir yang bergabung dengan Super Junior. Satu boyband dengan Jong Woon oppa kita..” ucapku lirih. “Kyuhyun Super Junior ? Ya!! Kenapa eonni tidak terus terang saja ! Bukan kah dengan begitu, ada yang memperhatikan eonni saat berada disini ?” ungkap Ri Young tampak tak setuju. “Aku tak ingin Kyuhyun mengetahui penyakitku ini… Dia bisa sedih…” Yeoja itu tampak bingung. “Maksud eonni ?” tanyanya lagi. Raut wajahnya tampak bingung. “Kalau Jong Woon oppa tahu aku ini adalah sepupu jauhnya, mungkin dia akan memperhatikanku dan mengetahui penyakit ku ini saeng…” Young-ah mengangguk dan menatapku sedih.

“Young-ah…sebaiknya kau istirahat, eonni juga ingin istirahat sebentar. Bangunkan eonni saat kau sudah siap berangkat ke bandara Incheon…” Aku membelai rambut yeodongsaengku itu dengan kasih sayang. Sudah lama sekali tak bertemu dengannya. “Arraseo…” sahutnya sambil menepuk pelan pipiku dan tersenyum getir. Yeoja itu mundur beberapa langkah dan akhirnya berbalik menuju pintu keluar. Aku menghela nafas berat.

Dia tampak khawatir sekali melihat keadaanku. Aku memang tak mempunyai keluarga di Seoul. Appa-ku Shin Hwang Min tinggal di Jepang, mengurus perusahaannya yang kini mulai mengalami kemunduran. Dan eomma-ku juga tinggal di Jepang, tapi tinggal dengan suaminya yang merupakan ayah tiri dari Young-ah. Young-ah juga tinggal di Jepang bersama eomma. Appa dan eomma bercerai saat kami berdua masih kecil karna perbedaan pendapat. Appa yang ambisius dengan perusahaannya sangat bertentangan dengan eomma yang selalu menginginkan kehidupan keluarga kecil yang bahagia. Aku dan Young-ah harus dihadapkan pada pilihan sulit saat itu. Kami diharuskan memilih antara appa dan eomma. Aku ingin sekali memilih untuk tinggal bersama eomma. Tapi saat itu Young-ah masih kecil, sama sekali belum mengerti arti dari kata ‘perceraian’. Dia tak mungkin berpisah dengan eomma yang sangat ia butuhkan.

Dan aku juga tak tega membiarkan appa-ku hidup sendirian tanpa satu pun keluarga disisinya. Aku memilih hidup bersama appa yang setiap hari sibuk dengan pekerjaannya. Aku berusaha tegar selama ini. Melewatkan hari ulang tahun ku sendirian. Setiap hari aku hanya bisa melihat raut wajah appa-ku yang tampan tak lebih dari lima menit. Selama bertahun-tahun, aku tak pernah merasakan bagaimana nikmatnya makan malam bersama appa di sampingku. Tak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh anak normal yang lain. Yang ku lakukan setiap hari minggu adalah berkunjung kerumah sakit, mengontrol kondisi tubuh ku. Tanpa appa menemaniku. Aku hanya bisa menangis karna appa tidak datang di saat upacara kelulusan sekolah ku. Aku  iri pada teman-teman ku yang bahagia dengan orang tua lengkap. Mereka mendapatkan seluruh kasih sayang yang dibutuhkan seorang anak. Sedangkan aku ? Aku hanya punya diri ku sendiri. Eomma dan Young-ah hanya sesekali bertemu dengan ku karna appa melarang mereka menemuiku. Sampai-sampai aku memutuskan untuk hidup sendirian di Seoul dan mengubur semua impianku tentang kehidupan bahagia sebuah keluarga.

Sampai pada akhirnya, aku bertemu kembali dengan namja yang kini menjadi namja chingu ku. Dia memang teman ku sejak kecil. Aku pertama kali bertemu dengannya saat melihatnya bermain piano di upacara kelulusan sekolah dasarku. Namja itu adalah anak bungsu dari ketua yayasan sekolahku. Ketua yayasan sekolah ku itu mempunyai seorang putri yang cantik bernama Cho Ahra dan seorang putra bernama Cho Kyuhyun yang sangat ku cintai. Appa-nya memang mempunyai beberapa sekolah, dan salah satunya ada di Jepang. Namja itu mengisi acara musik saat upacara kelulusan saat itu. Kepandaiannya bermain piano di usia sekecil itu membuatku tertarik padanya. Dia selalu bermain bersama ku selama libur musim panas di Jepang. Tapi itu hanya sementara, setelah liburan selesai, namja itu kembali ke Korea. Tapi kami selalu berkomunikasi melalui surat.

Saat aku pindah ke Seoul dan berkuliah dikota ini, aku kembali bertemu dengannya tanpa disengaja. Pertemuan kali itu tak mungkin bisa aku lupakan. Karna sejak saat itu aku mulai kembali merasakan perasaan di sayangi oleh seseorang. Namja itu benar-benar memperhatikan ku, menyayangiku dengan tulus. Tatapan matanya yang teduh selalu membuatku merasa nyaman. Aku bahagia sekali saat namja itu menyatakan perasaannya padaku dua tahun yang lalu. Membuatku kembali merasakan cinta yang tak pernah ku dapatkan seumur hidupku.

Aku menggigit bibir bawahku. Sakit sekali rasanya, tubuhku mulai terasa sakit. Obat-obat keras itu kembali bekerja. Aku memaksakan diri untuk tidur. Mencoba menahan rasa sakit ini tanpa berteriak. Ada Young-ah dirumah ini. Aku tak ingin membuat yeodongsaengku itu khawatir. Aku benci keadaan ku yang seperti ini. Terlihat sangat menyedihkan.

*Shin Rin Rin PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“CHO KYUHYUN !!!” jerit seseorang di luar kamarku. Aku terkekeh geli. Pasti Eunhyuk hyung sudah meminum ‘ramuan’ buatan ku itu. Aku tetap fokus pada layar PSP ku saat pintu kamarku dibuka oleh seseorang. “Ya!! Cari gara-gara rupanya !” pekik namja itu sambil menjitak kepala ku. “Sakit Hyung !!” seru ku protes. Aku mengelus pelan kepala ku yang baru saja di jitak olehnya. Namja yang berumur lebih tua beberapa tahun dari ku itu menatapku sadis.

“Jelaskan padaku tentang softdrink yang lenyap dan berganti menjadi minuman aneh ini !” Eunhyuk hyung melotot. Tangannya menyodorkan sebotol softdrink yang diminum sedikit. Aku cengengesan. “Itu miuman buatan ku, Hyung. Enak bukan ?” aku kembali memainkan PSP ku. Lead dance Super Junior itu kembali menjitak kepalaku. “Ya!! Sakit hyung !” protes ku lagi. Rasanya benar-benar aneh !” gerutu Eunhyuk hyung. Aku nyengir. “Itu kan sangat bergizi hyung !” sahutku membela diri. “Ya!! Bergizi apanya ?!” tanyanya setengah berteriak. Aku memamerkan evil smile ku. “Kau magnae nakal…” desisnya sambil menuju pintu keluar. Aku tertawa lepas. Namja itu menghentikan langkahnya dan berbalik. “Ya!! Akan ku katakan pada wookie, tak ada jatah makan malam untuk mu hari ini magnae !” tambahnya sambil meminjam evil smile. “Huwaaaaa! Hyung !!! Kau tega sekali !!”

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Kim Hyun Sang PoV*

 

Yeoja itu menatap ke arah lapangan basket tak berkedip. Matanya bergerak tampak mengikuti gerakan seseorang. Aku menghentikan aktifitas makan siangku dan memperhatikan wajahnya. Entah kenapa aku begitu mencintai yeoja ini. Entah sejak kapan aku merasakan debaran aneh yang selalu menganggu ku saat berada didekatnya.

“Hyo-ah ?” aku menepuk pelan pundaknya. Yeoja itu tampak kaget. Ekspresi wajahnya merah padam. “Waeyo ?” tanya nya pelan dan buru-buru meneruskan makan siangnya yang sempat dihentikannya beberapa menit. “Kau kenapa ?” tanyaku penasaran. “Aniyo…hanya menonton pertandingan basket itu.. bagus sekali..” sahutnya sambil memakan makan siangnya. Aku mengeryitkan alis ku. Tiba-tiba saja bola basket yang sejak tadi dimainkan oleh mahasiswa Kyunghee University itu menuju ke arah Yeon Hyo dan mengenai pundaknya. Yeoja itu tersedak dan meringis. Aku buru-buru memberikan sebotol air mineral untuknya. Yeoja itu meminumnya cepat dan kemudian meraih bola basket itu. Matanya menatap tajam ke arah namja yang menghampiri kami.

“Pabbo-ya!! Kalau melempar bola itu hati-hati sedikit!!” teriak Yeon Hyo kesal. Namja itu malah melotot. “Ya!! Yeoja babo! Seharusnya kau itu tidak makan siang disini !” serunya tak mau kalah. “Kau namja babo!!” jerit Yeon Hyo lagi. Sepertinya aku mengenal namja ini. Aku memperhatikan wajah namja yang berkeringat itu dengan seksama. “Cho Kyuhyun?!” tebak ku sambil menunjuk ke arahnya.  Yeon Hyo dan namja itu sontak melihat ke arah ku. “Hyun Sang-sshi…kau mengenal namja babo ini?” tanya Yeon Hyo sambil menunjuk ke arah namja itu. Kyuhyun itu melotot ke arah Yeon Hyo. “Aahh~ dia Cho Kyuhyun. Temanku sewaktu SMA dulu.” sahutku senang. Aku memang bersahabat dekat dengan namja dihadapan ku ini sewaktu sekolah dulu. Kami pun berjabat tangan. Yeon Hyo tampak kaget. “Kau mengenal yeoja gila ini?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum.

Aku mengangguk dan tersenyum. “Kyuhyun-ah… Kenalkan ini chingu ku. Dia sahabat sekaligus tetanggaku sejak kecil. Yoon Yeon Hyo..” ujarku yang di iringi dengan uluran tangan dari Kyuhyun. Yeon Hyo hanya menatap namja itu tak berkedip. Aku mengeryitkan alisku. Kenapa dia ?

“Cho Kyuhyun…” Kyuhyun memperkenalkan diri sambil meraih Yeon Hyo dan mengayunkannya ke atas dan ke bawah berulang kali. Aku tersenyum geli. Yeon Hyo berdiri mematung tanpa reaksi. “Wae? Terpesona ketampananku?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum. Yeon Hyo menggeleng dan melepaskan genggaman tangannya. “Yeon Hyo… Namaku Yoon Yeon Hyo… mianhae…kami sedang ada urusan…” ujarnya cepat dan buru-buru menarik ku menjauh dari bangku kayu itu. Kyuhyun kembali tersenyum seperti yang ia lakukan tadi dan melempar bola itu ke arah lapangan basket.

Yeon Hyo menyeret ku ke taman belakang yang cukup jauh dari keramaian. “Ya! Ya! Sampai kapan kau akan terus menyeretku seperti ini, Hyo-ah ?” tanya ku kewalahan. Yeoja itu masih terus menyeretku dan pada akhirnya menyuruh ku duduk di pinggir kolam. “Jelaskan padaku, apa saja yang kau ketahuinya tentangnya ?!” todong Yeon Hyo yang membuatku kaget. “Nuguya ? Aku tak mengerti maksud mu Hyo-ah…” sahutku sambil melemparkan kerikil kecil ke arah kolam. Wajah yeoja itu langsung merah padam. “Cho Kyuhyun teman mu itu..” desisnya hampir tak terdengar. “Kyuhyun maksudmu ?” tanya ku lagi. Aku menajamkan pendengaranku. “Ne..aku ingin tahu lebih banyak tentangnya…” sahut Yeon Hyo sambil menunduk. Aku tak pernah melihat ekspresinya yang seperti ini. Jangan-jangan dia jatuh cinta pada Kyuhyun ? Ani…tidak mungkin Yeon Hyo jatuh cinta padanya.

“Katakan padaku hal-hal yang disukai olehnya, makanan favoritenya, dan semua tentangnya !” tiba-tiba saja wajahnya berubah menjadi antusias. Yeoja itu tampak berbinar. Aku tak pernah melihat Yeon Hyo seaneh ini. “Dia suka bermain game, PSP adalah benda kesayangannya, dia paling suka makan sayur, pintar bermain basket, dan sangat menyukai salju…” Yeon Hyo mengangguk dan tampak berpikir. “Aaiish! Padahal aku tidak suka sayur..” gerutunya sambil memilin ujung rambut panjangnya yang tergerai indah. “Tapi aku juga sangat suka salju !” serunya tampak senang. Aku tersenyum melihat ekspresi wajahnya yang berubah-ubah. Cantik sekali.

“Lalu apakah dia mempunyai seorang hyung atau noona ?” tanyanya lagi. “Aniyo…Cho Kyuhyun itu anak tunggal..” sahutku sambil mengingat. Kyuhyun memang seorang anak tunggal. “Arraseo..” balas Yeon Hyo sambil tersenyum manis. Cantik sekali.

*Kim Hyun Sang PoV*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Shin Rin Rin PoV*

 

            “Eonni…” desis Young-ah sambil menarik ku kedalam pelukannya. Dia menangis. Aku hanya mematung dalam pelukan yeodongsaeng kesayanganku. Berusaha untuk menahan tangis ku yang hampir pecah. “Young-ah…jangan menangis lagi. Eonni akan baik-baik saja disini…” ujarku lirih. Aku menyeka air mata yang membasahi pipi Young-ah. “Eonni, telepon aku jika terjadi sesuatu… Aku tak ingin terjadi sesuatu pada eonni… arra ?” suaranya terdengar serak. “Arraseo….” sahutku sambil melepaskan pelukannya.

“Masuk lah kedalam, pesawat mu akan berangkat sebentar lagi Young-ah..” Aku menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam pintu keberangkatan. Young-ah mengangguk sambil menyeka air matanya. “Aku akan merindukan eonni…” desisnya lagi. Aku tersenyum tipis. “Eonni juga akan merindukan mu Young-ah…”

*Shin Rin Rin PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

@Seoul, January 2007

*Kim Hyun Sang PoV*

 

“Kim Hyun Sang!” aku menoleh dan tersenyum saat yeoja itu menghampiriku dengan nafas memburu. “Hyo-ah, kau terlambat lagi…” ujar ku sambil terkekeh geli. Wajahnya lucu sekali. Aku meraih buku yang dipegang Yeon Hyo sejak tadi. “7 Years of love ?” tanya ku heran. Aku menatap sampul buku yang berwarna keperakan itu. “Judul yang bagus kan?” ujar yeoja itu sambil merebut kembali buku yang ku pandang sejak tadi. “Seperti judul sebuah lagu saja…” aku menggaruk kepala ku yang tidak gatal. “Buku ini sangat bagus, bercerita tentang seorang namja yang mencintai yeoja cantik selama 7 tahun. Namja itu mencintai yeoja itu dengan tulus dan berharap yeoja itu mengerti dan membalas perasaannya. Tapi pada akhirnya yeoja itu menikah dengan namja lain. Sungguh mengharukan…” jelas Yeon Hyo yang membuatku tersenyum.

“Lalu kau membawa itu untuk apa?” tanya ku penasaran. Yeoja ini tidak biasanya seperti ini. “Cho Kyuhyun ingin meminjamnya..” jawab Yeon Hyo dengan malu. Yeoja itu memalingkan wajahnya dan menatap ke arah lapangan basket yang terbentang di halaman Kyunghee University. Aku mengeryitkan alisku. “Kau menyukainya?” tanya ku yang membuat Yeon Hyo menoleh. “mollasseo…” sahutnya yang membuat perasaan ku semakin tidak karuan saja.

Raut wajahnya berubah, terlihat gugup. “Kau sudah makan siang ?” tanya nya berusaha mengalihkan topik pembicaraan kami. “Ani…aku belum makan.. Kau mau kita makan di tempat biasa ?” tanya ku sambil melirik ke arah bangku kayu tua yang berada di dekat lapangan basket Kyunghee University. Beberapa mahasiswa tampak bertanding basket, dan tentu saja disana ada Cho Kyuhyun.

“Ani…sebaiknya kita makan di taman belakang saja, disana lebih damai..” sahut Yeon Hyo cepat. Yeoja itu meraih pergelangan tangan ku dan mengajak ku untuk menjauhi lapangan basket yang berada tak jauh dari kami. “Kita makan sekarang ?” tanya ku lagi. Yeoja itu mengangguk tanpa menoleh ke arahku. “Ne…aku lapar sekali..”

*Kim Hyun Sang PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Shin Rin Rin PoV*

 

Darah. Aku kembali melihat tetesan darah di kemeja putih yang akan ku pakai ke Inha University. Dengan cepat aku membuka lemari ku dan mencari kemeja putih yang lain. Hari ini mata kuliah Kwan Songsaenim. Dia selalu meminta kami, lebih tepatnya ‘memaksa’ kami untuk mengenakan kemeja berwarna putih saat mata kuliahnya yang membosankan itu.

Aku segera mengganti kemeja putih ku dengan kemeja lain yang ku temukan didalam lemari. Mengambil tissue dan menyeka darah yang tersisa di hidungku. Mungkin keadaan ku sedikit memburuk akhir-akhir ini. Tapi aku harus tetap kuliah seperti biasa. Karna namja itu akan muncul secara tiba-tiba dan menarik pergelangan tanganku. Mengajak ku ke tempat yang jauh dari keramaian hanya untuk bertemu dengan ku beberapa menit saja. Jika aku tak ada di kampus saat dia datang, namja itu pasti mencari dimana keberadaanku. Menanyai keadaan ku pada Cho Eun So yang menjadi sahabat terdekatku dan bahkan kabur dari jadwal boybandnya dan mencari ku sampai dapat. Aku tak ingin dia mengetahui semua rahasia yang sejak awal memang ku sembunyikan darinya. Aku tak ingin membuatnya khawatir akan keadaanku. Aku tak ingin melihatnya menangis walaupun hanya setetes air mata yang mengalir di pipinya. Aku hanya ingin melihat Cho Kyuhyun-ku itu merasa bahagia.

Aku menyeka air mata yang mengalir di pipiku dengan cepat dan meraih ponsel ku yang bergetar hebat sejak tadi.

“Yeoboseyo ?”

“Yeoboseyo ? Chagiya~~” Aku tersenyum saat mendengar suara merdu itu di telingaku.

“Ne… waeyo ?”

“Ani…kau belum berangkat ?” tanya nya terdengar begitu polos. Raut wajahnya pasti tampan sekali.

“Ne… mungkin sebentar lagi..”

“Mau ku antar ?” Aku tersenyum lagi. Walaupun dia terkesan jutek pada semua orang. Tapi sebenarnya Cho Kyuhyun itu seorang namja yang perhatian dan manis.

“Bukan kah kau ada jadwal pagi ini ?” ujarku balik bertanya. Pasti namja ini melupakan jadwalnya lagi.

“Aahh~ aku malas~” sahutnya asal-asalan. Aku terkekeh geli.

“Ya!! Jangan kabur dari jadwalmu Cho Kyuhyun ! Atau kau tidak akan bisa menemuiku lagi !” ancam ku sambil menahan tawa.

“Jangan mengancamku Shin Rin Rin..” nada suaranya terdengar berubah. Mungkin dia cemberut saat ini. Aku tersenyum.

“Jika masih ingin bertemu dengan ku, kau harus mengikuti semua jadwalmu Tuan Cho… Arraseo ??”

“Arraseo…”

*Shin Rin Rin PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

Aku menghela nafas berat dan mematikan sambungan teleponku. Lagi-lagi dia mengancamku. Aku kembali menyuapkan bubur hangat yang dibuatkan oleh Ryeowook hyung sambil cemberut. Sungmin hyung yang sedari sibuk dengan laptopnya tampak menoleh ke arahku. “Kyu-ah.. waeyo ?” tanya nya heran. Aku menggeleng. “Ani…hanya kesal saja jika tidak bertemu dengan Rin Rin..” sahut ku sambil kembali menyuapkan bubur dengan malas ke dalam mulutku. Sungmin hyung tersenyum tipis. “Aku juga sudah lama tidak bertemu Shin Ne Yon…” sahut Sungmin hyung sambil menerawang. “Dia masih berada di Jerman, Hyung ?” tanya ku dengan tatapan menyelidik. “Ne…mungkin beberapa tahun lagi baru bisa pulang ke Seoul. Aku juga tak punya waktu untuk mengunjunginya disana. Kau tahu sendiri, jadwal kita sangat padat Kyu…” Aku mengangguk, membenarkan ucapannya.

“Tapi dia yeoja yang beruntung bisa memiliki namja sebaik dirimu, hyung…” ucapku lagi. Sungmin hyung kembali tersenyum. “Shin Rin Rin juga pasti sangat beruntung memiliki namja yang sangat mencintainya seperti kau, kyu…”

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

@Seoul, Februari 2007

 

*Kim Hyun Sang PoV*

“Yoon Yeon Hyo, saranghaeyo~” Aku mengungkapkan perasaan ku yang selama ini selalu menyiksa batinku. Yeoja itu hanya mematung di tempatnya berdiri. Di tangan ku sudah terdapat balon warna-warni berbentuk hati. “Yoon Yeon Hyo, maukah kau menjadi yeoja chingu ku ?” tanya ku lembut. Yeoja itu masih diam, tak menjawab sedikit pun. “Jika kau mau menerima ku, ambil lah balon ini. Tapi jika kau menolak ku, terbangkan lah balon-balon ini ke udara..”

Aku mengulurkan tangan ku yang mengengam erat sebuah tali yang menghubungkan seluruh balon gas warna-warni ke arah Yeon Hyo. Yeoja itu menutup matanya, keraguan terpancar jelas dari wajahnya yang cantik. Aku tahu pasti yang dia pikirkan saat ini bukan aku, tapi Cho Kyuhyun. Sedetik kemudian yeoja itu membuka matanya dengan cepat dan melepaskan balon-balon gas itu ke udara. Aku tersenyum miris. Aku sudah tahu jawaban dari pernyataan ku tadi. Yeoja itu menatapku dengan lembut. “Mianhamnida Hyun Sang-sshi… Aku tak bisa membohongi perasaan ku sendiri. Aku mencintainya…” desis nya lirih. Aku kembali tersenyum dan menatap langit biru yang cerah. Berusaha untuk tidak menangis saat ini. “Gwaenchanayo… cepat temui dia…” ujar ku sambil mendorong pelan bahu Yeon Hyo. Yeoja itu mengangguk dan segera berlari secepat mungkin, melewati rerumputan menuju lapangan bola basket, tempat Cho Kyuhyun berada.

Aku menghela nafas berat dan terduduk dibawah pohon cemara yang sudah tua sambil menatap ke arah lapangan basket itu. Yoon Yeon Hyo, yeoja yang sangat ku cintai sekarang tengah memeluk Cho Kyuhyun yang merupakan sahabatku sendiri. Sakit sekali rasanya. Aku menyeka air mataku yang terlanjur menetes. Aku begitu mencintai Yeon Hyo. Lebih dari segalanya. Aku tak pernah tertarik dengan yeoja manapun kecuali dia. Hanya dia yeoja yang satu-satunya ku cintai di dunia ini setelah eomma meninggal sepuluh tahun yang lalu. Eomma pernah berpesan padaku untuk menjaga Yeon Hyo karna eomma dulu sangat menginginkan anak perempuan. Hanya Yoon Yeon Hyo yang sanggup membuatku meneteskan air mata seperti ini. Aku menangis keras saat eomma meninggal. Dan hanya Yeon Hyo yang meraih pergelangan tanganku dan menyeka air mataku dengan lembut. “Jangan menangis… Seorang namja tidak boleh menangis…” kata-kata itu yang melucur dari bibir tipisnya saat berusaha menenangkan ku. Yeoja itu selalu membuatku merasakan cinta yang sebenarnya tidak ada untuk ku. Aku menekuk lutut dan kembali menatap lapangan bola basket Kyunghee University. Kilauan bening kembali menetes dari sudut mataku saat mendengar teriakan sayup-sayup dari Cho Kyuhyun. “Yoon Yeon Hyo, saranghaeyo~”

*Kim Hyun Sang PoV END*

 

 

-To Be Continued-

 

Yaakk!! Ini sebenarnya FF ‘oneshoot’ tapi karna panjang, jadi dibuat 2 PART =.=’

Eottohke ? kekekkekee~

Akhirnya diriku berhasil membuat Rin-Kyu couple😄 *pletaakk

Jangan lupa RCL nyaaa…

11 thoughts on “FF “Memories” (PART 1 of 2) -Sekuel FF “My Love, My Kiss, My Heart”-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s