FF “River Flows in You” -OneShot-

“River Flows in You”

Author : Yarica Eryana ( admin Ye-Kyu^^ )

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Main Cast : Lee Sungmin a.k.a Sungmin

Niken Refanthira a.k.a Cho Sue Yeon

Sub Cast : Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

                        Admin Ye-Kyu^^ a.k.a Yoon Yeon Hyo

Genre : Romance, Hurt, Sad, Angst

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

Share by admin Ye-Kyu^^ for BFEI.

 

Credit pict : Niken Refanthira

WARNING ::

FF ini berbasis AU (Alternatif Universal), dimana Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun bukan lah karakter yang sebenarnya.

Recommended Song : Yiruma – “River Flows in You”

                                    Yiruma – “Kiss The Rain”

                                    TRAX – “Blind”


FF “River Flows in You” –OneShot-

 


“Andai aku bisa kembali ke masa lalu dan mengubah takdir yang tak ku inginkan… Mungkin kau masih berada dalam jangkauan ku….”

 

 

 

~XXX~

 

 

 

Yeoja itu berjalan menembus kegelapan malam sambil sesekali merapatkan mantelnya. Tampak kedinginan.

Langkahnya tiba-tiba saja terhenti di depan sebuah gang sempit. Terdengar suara yang cukup gaduh. Yeoja itu menyipitkan matanya. Pandangannya kini tertuju pada sesosok tubuh yang tergeletak tak berdaya. Yeoja itu hanya bisa berdiri mematung. Berusaha mencerna apa yang sedang terjadi. Tak lama kemudian, yeoja itu menjerit histeris.

~XXX~

 

 

 

*Cho Sue Yeon PoV*

 

Aku melirik arloji berwarna keperakan yang terpasang dengan manis di pergelangan tangan kiriku. Sudah setengah jam aku berdiri disini. Kenapa lama sekali ? Aaiishh…Menyebalkan !

“Sue Yeon-ah !” teriak seorang namja dari kejauhan. Aku melambaikan tanganku. Namja tampan itu menyeret paksa seorang yeoja yang tampak kesal. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah keduanya.

“Oppa pabbo ! Kenapa lama sekali ?” gerutuku kesal. Namja itu mengembangkan senyumnya tanpa dosa.

“Tanyakan saja padanya…” sahut namja itu sambil melirik Yoon Yeon Hyo eonni. Yeoja cantik itu hanya mendengus kesal dan menjitak kepala oppa-ku.

“Itu karna kau terlalu banyak makan, Cho Kyuhyun !” pekik Yeon Hyo eonni.

“Ya!! Kenapa kau jadi menyalahkan ku seperti itu ?!” balas Kyuhyun oppa. Cho Kyuhyun adalah oppa kandung-ku. Dia memang keras kepala sama persis dengan Yeon Hyo eonni. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku. Mereka berdua memang seperti ini, selalu saja bertengkar.

“Kita jadi pergi atau tidak ?” tanya ku cepat. Aku mungkin berusia lebih muda, tapi sifatku tentu lebih dewasa daripada kedua orang yang sibuk bertengkar di hadapanku ini.

Kyuhyun oppa dan Yeon Hyo eonni hanya mengangguk dan bergegas mengikuti langkah ku dari belakang. Ku rasa mereka akan tenang untuk beberapa saat. Itu dapat membantu ku bisa menarik nafas lega sejenak.

*Cho Sue Yeon PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Author PoV*

 

Sue Yeon melangkah memasuki ruangan serba putih itu dengan perlahan. Yeoja itu menarik nafasnya dalam. Seakan-akan oksigen tak cukup untuk menenangkan dirinya.

“Sungmin oppa….” desisnya sambil tersenyum miris. Yeoja itu meletak kan bunga mawar putih yang sejak tadi berada didalam genggaman tangannya kedalam vas bunga yang berisi air es.

“Kata Yeon Hyo eonni, jika bunga ini dimasukan kedalam vas bunga berisi air es, bunga ini akan tetap segar. Apakah itu benar oppa ?” Yeoja itu membelai lembut wajah namja tampan yang matanya tertutup rapat.

“Bunga ini cantik sekali kan, oppa ?” ucap Sue Yeon setengah berbisik.

“Yeon Hyo eonni dan Kyuhyun oppa berada di luar, mereka bilang tak ingin menganggu kita. Jadi mereka membiarkan aku masuk sendirian….” Yeoja itu menarik kursi yang berada di samping ranjang itu dengan perlahan. Sue Yeon kembali menarik nafas dan kemudian duduk menghadap namja tampan yang sama sekali tidak bereaksi di hadapannya. Ujung jarinya menyentuh dahi namja itu dengan ragu.

“Oppa pabbo… kenapa belum bangun juga ?” ujarnya lagi. Tapi tetap saja tak ada jawaban. Yang terdengar hanyalah bunyi monitor jantung yang menimbulkan suara berisik.

“Aku bosan jika oppa tak mau bicara padaku…” Lagi-lagi yeoja itu tersenyum kecut.

“Lee Sungmin…. sampai kapan kau akan tertidur seperti ini ?” Sesak. Itu yang dirasakannya saat ini. Yeoja itu menunduk. Dia tak sanggup menatap wajah pucat namja itu.

“Sungmin oppa…..” Sue Yeon tak mampu melanjutkan kata-katanya lagi. Yang bisa dia lakukan sekarang adalah menangis.

Makin lama, air matanya semakin mengalir deras. Sulit sekali untuk di hentikan. Sue Yeon sadar jika dia tetap berlama-lama disini sama saja menyiksa dirinya sendiri, menyiksa perasaannya sendiri. Yeoja itu pun bangkit dari tempatnya duduk dan menyeka air matanya dengan punggung tangan. Dia tak mau siapapun tahu kalau dia menangis lagi hari ini.

~XXX~

 

 

Sue Yeon keluar dari ruangan Sungmin dan memandang ke sekeliling. Ekor matanya tertuju pada tiga sosok yang tak asing baginya. Raut wajah Kyuhyun tampak berbeda. Begitu juga Yeon Hyo yang sejak tadi bersamanya. Sue Yeon akhirnya memutuskan untuk mendekati mereka secara perlahan. Sampai pada akhirnya langkah yeoja itu berhenti dengan sendirinya.

“Apakah tak ada jalan lain ?” tanya Kyuhyun dengan mimik wajah serius. Sue Yeon hanya diam dan mendengarkan dari tempatnya berdiri. Tampaknya ketiga sosok itu belum menyadari keberadaan Sue Yeon.

“Ani.. Sebagian besar otaknya sudah tak dapat berfungsi lagi dengan baik…”

“Tak dapat berfungsi dengan baik ?”

“Ne… tinggal menunggu waktunya saja.. Tak ada harapan lagi.. Mianhamnida..”

“Apakah tak ada yang dapat di lakukan lagi ? Namja itu sangat berarti bagi dongsaeng-ku…”

“Mianhamnida….Tuan Cho… Benturan keras itu mengenai bagian vital otaknya. Kemungkinan untuk sadar sangat kecil sekali. Bahkan tidak ada… Kami turut menyesal…”

Uisa itu membungkuk dan berpamitan. Kyuhyun menghela nafas berat dan melirik Yeon Hyo yang sudah mulai menangis.

“Kau tak boleh menangis seperti ini…” ujar Kyuhyun sambil menyeka air mata yang mengalir di pipi Yeon Hyo. Namja itu berusaha tersenyum mengejek, tapi tetap saja dia tak bisa menyembunyikan kesedihan yang juga dirasakannya.

“Bagaimana aku bisa menahan tangisanku, jika sepupu-ku sendiri berada di ujung jurang kematian ?” jawab Yeon Hyo sambil terisak. Kyuhyun terdiam dan mengurungkan niatnya untuk memeluk gadis itu.

“Oppa….” Kyuhyun dan Yeon Hyo sontak menoleh ke arah Sue Yeon. Mereka sama sekali tidak menyadari kalau Sue Yeon berada tak jauh dari tempat mereka berdiri sejak tadi.

“Sue Yeon-ah…”

“Oppa ! Eonni ! Katakan padaku kalau semua itu bohong ! Cepat katakan padaku !!”

Sue Yeon menyeka air matanya dan menatap Kyuhyun dengan nanar.

“Oppa pernah berkata padaku, kalau Lee Sungmin akan baik-baik saja… Akan bangun dan tersenyum padaku lagi.. Tapi ternyata oppa berbohong !” jerit Sue Yeon terisak. Yeoja itu lalu menatap Yeon Hyo yang mencengkram pergelangan tangan Kyuhyun dengan erat. Tubuhnya mulai bergetar hebat.

“Eonni… Kau selalu berkata kalau Sungmin oppa akan tersadar dan kembali seperti semula… Tapi ternyata eonni juga berbohong pada ku ! Eonni sama sekali tidak memberitahuku apa yang terjadi sebenarnya ! Eonni bohong ! Aku benci kalian !!”

Sue Yeon berbalik dan berlari sepanjang koridor rumah sakit. Sesak dan kecewa yang ia rasakan saat ini. Kyuhyun berniat mengejar dongsaeng-nya itu tapi Yeon Hyo menahan pergelangan tangannya. Membuat Kyuhyun kembali menatap Yeon Hyo.

“Biarkan Sue Yeon menenangkan dirinya sendiri, Kyuhyun-sshi… Ini sangat berat untuknya…”

*Author PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Cho Sue Yeon PoV*

 

Aku melemparkan kerikil ke arah tepian sungai Han untuk yang kesekian kalinya. Walaupun tanganku mulai terasa sakit, setidaknya dengan cara ini aku bisa menyalurkan semua perasaan ku. Aku terus melemparkan kerikil yang berada di sekitarku hingga rasanya tanganku tak mampu di gerak kan lagi. Entah perasaan apa yang kian berkecamuk didalam diriku. Udara bebas di sekitarku pun terasa begitu menyesak kan.

Tubuhku mulai gemetar. Rasanya dunia runtuh menimpaku. Ku rasakan kaki ku mulai goyah. Aku menjatuhkan tubuhku sendiri di atas kerikil-kerikil itu. Tak mampu bangkit untuk sekedar menopang tubuhku. Hampa. Itu yang ku rasakan. Penyesalan yang selalu datang di saat-saat terakhir. Penyesalan atas waktu yang tak dapat ku putar kembali.

“Sue Yeon-ah….”

Aku menoleh dan mendapati Kyuhyun oppa mengulurkan tangannya untuk membantu ku berdiri. Tapi aku menepis uluran tangannya itu.

“Oppa…biarkan aku sendiri…”

“Kau tak boleh seperti ini…”

“Kenapa tidak boleh ? Aku berhak atas diriku sendiri…” sahutku dingin. Aku memalingkan wajahku. Aku tak ingin menatap wajah oppa-ku yang tampak begitu mengkhawatirkan keadaanku.

“Sue Yeon-ah, Lee Sungmin pasti sedih kalau tau kau jadi seperti ini karna nya…”

“Ini bukan salahnya…”

“Oppa sangat memahami-mu Sue Yeon-ah… Tapi oppa harap kau tidak menyalahkan dirimu sendiri…”

“Ini memang salahku oppa…”

“Sue Yeon-ah…”

“Seandainya saja aku tak memaksanya datang waktu itu, semua hal ini tak akan pernah terjadi…”

“Kau jangan menyalahkan dirimu sendiri…”

“Oppa ! Memang aku yang menyebabkan semua ini terjadi !”

“Cho Sue Yeon !!” Kyuhyun oppa membentak ku. Aku berdiri dan menatapnya nanar.

“Oppa…aku ingin bertanya suatu hal padamu… Jika kau memaksa Yeon Hyo eonni untuk datang menemuimu. Tapi ternyata telah terjadi sesuatu padanya dan kau sama sekali tak sempat mengatakan kalau kau sangat mencintainya… Bagaimana perasaan mu ? Apa yang akan kau lakukan oppa ? Apa yang akan kau perbuat untuk mencegah semua hal itu terjadi ?! Jawab aku, oppa !!” jeritku hilang kendali. Aku menyeka air mataku dengan cepat. Sakit sekali rasanya mengatakan hal ini pada oppa yang sangat ku sayangi.

Kyuhyun oppa menunduk. Ku rasakan kesedihan menyelimutinya.

“Walaupun oppa selalu bertengkar dengan Yeon Hyo eonni, tapi oppa tak dapat berpisah dengannya kan ?”

“Ne…..”

“Itu hal yang ku rasakan saat ini oppa….aku tak dapat berpisah dengannya…”

“Sue Yeon-ah…”

“Aku percaya Tuhan baik padaku.. Aku percaya suatu saat dia akan membuka matanya kembali…”

Kyuhyun oppa mengigit bibir bawahnya, tampak menahan tangis. Perlahan Kyuhyun oppa menarik ku kedalam pelukannya. Kurasakan air mata ku ikut jatuh bersama rintik-rintik hujan yang mulai turun.

“Oppa…aku sangat mencintainya…”

*Cho Sue Yeon PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

“River Flows in You…..” bisik Sue Yeon pelan. Tapi namja itu sama sekali tak bergeming. Yeoja itu kembali menyentuh layar ponselnya dan kembali memutar lagu yang sama.

“Oppa… Aku sangat menyukai lagu ini.. Alunan pianonya yang begitu indah… Kau pasti ikut mendengarkannya juga kan ?”

Sue Yeon tersenyum kecut dan membasahi wajah namja itu dengan saputangan putih miliknya yang sudah di rendam terlebih dahulu dengan air hangat.

“Oppa… Setelah aku membersihkan wajahmu, ku harap kau bangun dan tersenyum.. Ne ?”

Sue Yeon terus mengajak Sungmin untuk berbicara. Tapi tetap saja tak ada reaksi dari namja tersebut. Yang ada hanya suara detakan jantungnya yang terpantau melalui monitor. Menandakan kalau masih ada kehidupan di dalam tubuh namja itu.

“Saat oppa bangun, aku akan mengajak mu menonton kembang api… Kau sangat menyukai kembang api kan ?” Sue Yeon mendekatkan ponselnya ke telinga kanan Sungmin.

“Dengar lah oppa… Aku selalu menangis saat mendengarkan lagu ini.. Apa kau juga tak tertarik untuk ikut menangis bersamaku ?” Kilauan bening mulai mengalir deras dari sudut mata Sue Yeon.

“Oppa…aku sangat menyesal…”

~XXX~

 

 

 

~Flashback~

 

“Sungmin oppa !” teriak seorang yeoja sambil berlari menghampirinya. Namja tampan bernama Lee Sungmin itu tersenyum melihat tingkah yeoja yang menurutnya sangat lucu.

“Sue Yeon-ah…” ujarnya senang.

“Oppa pabbo ! Kenapa sama sekali tidak mau menjemputku ?” gerutu Sue Yeon. Sungmin hanya tertawa sambil mengacak pelan rambut yeoja itu.

“Pemotretan itu memakan waktu lima jam… Oppa tak sempat menjemputmu Sue Yeon-ah… Mianhaeyo… Jangan marah pada oppa,  Ne ?” Sue Yeon cemberut. Yeoja itu memalingkan wajahnya. Tampak enggan menatap Sungmin.

“Mianhaeyo… Oppa bawakan sesuatu untuk mu..” Sungmin mengeluarkan sebuah lonceng kecil dari saku mantelnya. Sue Yeon kembali menatap Sungmin yang sudah meraih pergelangan tangannya dan tersenyum kecil.

“Apa ini oppa ?” tanya Sue Yeon sambil membunyikan lonceng kecil berwarna keperakan itu di dekat telinga kirinya.

Criingg….criiinngg…..criiinngg…

            Sue Yeon tertawa. Bunyi lonceng itu seakan mengobati rasa kesalnya terhadap Sungmin.

“Ini lucu….” ujar Sue Yeon senang. Sungmin tersenyum tulus dan menatap Sue Yeon yang kembali membunyikan lonceng barunya itu.

“Saat kau merasa kesepian dan oppa tak ada untuk menghiburmu… Kau boleh membunyikannya berulang kali Yeon-ah…”

“Ne… kamsahamnida oppa…” Sue Yeon membungkuk kan tubuhnya. Di saat itu lah Sungmin meraih Sue Yeon kedalam pelukannya. Begitu erat, seperti takut kehilangan.

“Sue Yeon-ah, tetaplah menjadi dongsaeng-ku yang paling ceria.. Ne ?” ujar Sungmin yang membuat Sue Yeon tampak kecewa. Yeoja itu selama ini berpikir kalau Sungmin menyukainya. Tapi ternyata namja itu hanya menganggapnya sebagai dongsaeng saja. Sue Yeo mengangguk lemah dan melepaskan pelukan Sungmin.

“Tapi oppa harus janji satu hal padaku…”

“Hmm…Ne.. Apa itu ?”

“Tetaplah menjadi oppa-ku yang selalu ada disampingku, Ne ?”

Sungmin mengangguk dan tersenyum. Ternyata Sue Yeon menganggapnya hanya sebatas oppa-nya saja. Padahal dia selalu berharap lebih dari itu. Dia ingin Sue Yeon menatapnya sebagai namja, bukan sebagai oppa yang selalu memanjakannya.

Namja itu menghela nafas berat dan menatap tepian sungai Han dengan perasaan yang tak dapat di jelaskan. Rasanya ingin sekali kembali memeluk Sue Yeon dan berkata kalau dia sangat menyukainya. Tapi Sungmin tak kuasa melakukan hal itu, dia takut yeoja itu akan menjauh darinya. Sungmin merasa kalau perasaannya lebih baik disimpan untuk dirinya sendiri.

“Sue Yeon-ah…”

“Ne ?”

“Kau punya acara besok malam ?”

“Aniya… Aku sendirian dirumah… Kyuhyun oppa mungkin akan pergi bersama Yeon Hyo eonni… Waeyo oppa ?”

“Ada pertunjukan kembang api… Oppa ingin menyaksikannya bersama mu…”

“Jinjja ? Aigoo…aku mau sekali !”

“Kalau begitu, kau bisa menunggu oppa menjemputmu dirumah besok malam.. Arraseo ?”

Sue Yeon mengangguk dan tersenyum lebar. Dia tak menyangka kalau Sungmin akan mengajaknya untuk pergi.

“Tapi oppa benar-benar akan menjemputku kan ?” tanya Sue Yeon ragu.

“Ne… Jangan lupa kena kan mantelmu, cuaca akan dingin sekali besok…”

“Arraseo…”

~XXX~

“Sue Yeon-ah… Kau yakin tidak ikut bersama kami ?” tanya Yeon Hyo sambil memakai sepatu cokelatnya. Yeoja itu tampak manis dengan syal cokelat kehitaman yang serasi dengan mantel cokelatnya. Kyuhyun mendecak kesal.

“Ya!! Nona Yoon, sampai kapan kau akan berdiri disana ?” gerutu Kyuhyun sambil menatap tajam ke arah Yeon Hyo. Yeoja itu tidak menghiraukan Kyuhyun dan masih fokus pada Sue Yeon yang telah berpakaian rapi, tapi masih berdiri di ambang pintu.

“Aniya… Aku ada janji bersama Sungmin oppa… Dia pasti akan menjemputku sebentar lagi…” sahut Sue Yeon sambil melirik arloji di tangannya. Sungmin sudah terlambat sepuluh menit dari waktu yang telah di tentukan.

“Kau yakin ?” tanya Yeon Hyo ragu. Yeoja itu sangat paham sekali kalau sepupunya yang bernama Lee Sungmin itu pasti akan terlambat karna ada jadwal pemotretan edisi musim dingin. Sue Yeon mengangguk dan mengembangkan senyum terbaiknya.

“Ne… eonni tak perlu khawatir…”

“Kalau begitu, jaga dirimu Sue Yeon-ah… Pakai mantel agar kau tidak kedinginan…” ujar Yeon Hyo sambil melangkah menuju Kyuhyun yang sejak tadi menunggunya dengan raut wajah tak sabar.

Sue Yeon kembali tersenyum dan melambaikan tangannya. Tak lama kemudian, yeoja itu merogoh ponsel di saku celananya dan menatap layar ponsel itu dengan tatapan kosong. Sungmin belum menghubunginya.

~XXX~

 

 

 

Sue Yeon menatap ke arah pintu rumahnya yang tertutup rapat. Yeoja itu mendesah pelan dan menekuk kakinya. Tubuh mungilnya di sandarkan ke dinding dengan enggan. Sudah tiga jam yeoja itu menunggu Sungmin yang tak kunjung datang.

Sue Yeon meraih ponsel yang sudah tergeletak di samping kakinya. Yeoja itu menekan tombol ponsel dengan bimbang. Dia takut Sungmin tidak menjawab panggilannya lagi seperti yang ia lakukan tadi.

“Yeoboseyo ?” sapa seorang namja dari seberang. Sue Yeon mengembangkan senyumnya sekilas saat mendengar suara merdu namja itu.

“Yeoboseyo ? Sungmin oppa ?” tanya Sue Yeon ragu. Yeoja itu memilin ujung mantelnya sambil melirik jam dinding yang tertempel di atas rak sepatu. Perasaannya cukup lega saat ini.

“Ne… Mianhaeyo Sue Yeon-ah… Oppa masih di lokasi pemotretan sekarang… Jeongmal mianhaeyo…” Senyum yeoja itu langsung pudar seketika. Perasaan kecewa mulai bergelojak di hati Sue Yeon. Tanpa sadar kilauan bening menetes dari sudut matanya yang indah.

“Ku kira oppa akan menepati janji mengajak ku pergi…”

“Aniya…bukan begitu maksudku.. Sue Yeon-ah…” ujar Sungmin dengan nada menyesal. Sue Yeon menghela nafas berat.

“Aku kecewa sekali oppa….” ungkap Sue Yeon jujur. Yeoja itu menggigit bibir, menahan tangis.

“Jeongmal mianhaeyo.. Sue Yeon-ah…”

Piipp !

Yeoja itu menutup flip ponselnya dan membantingnya ke dinding. Sue Yeon menjerit lalu menangis. Rasanya ingin sekali dia mengungkapkan perasaannya pada Sungmin. Mengatakan kalau dia sangat mencintainya. Mengatakan kalau yang ada di pikirannya selama ini hanya lah Lee Sungmin.

Sue Yeon bangkit dan menyeka air matanya dengan cepat. Yeoja itu memakai sepatu putih manik-manik miliknya dan bergegas membuka gagang pintu dengan langkah tergesa. Sue Yeon melangkah menembus kegelapan malam, makin lama makin cepat. Hingga akhirnya yeoja itu berlari menelusuri gang-gang sempit yang mulai sepi.

Di ujung tikungan, yeoja itu berbelok ke kiri. Menuju sebuah taman kecil dengan cahaya lampu temaram. Sue Yeon menghentikan larinya dan menatap dengan pandangan kosong ke arah pohon ex tua yang daunnya sudah tak ada lagi, tertutup salju.

Yeoja itu melangkah menuju ke arah pohon itu dan dengan perlahan menyentuh dahan pohon. Membersihkan salju yang menempel dengan tergesa dan menemukan sebuah tulisan hangul yang sangat ia kenali.

“Lee Sungmin – Cho Sue Yeon”

Perlahan air mata Sue Yeon kembali menetes.  Yeoja itu membuka mulutnya untuk kembali mengeja nama itu. Tapi suaranya tak bisa keluar sama sekali. Berbagai kenangan menghantuinya. Sue Yeon melangkah mundur. Rasanya ia ingin sekali mengungkapkan semuanya. Berteriak mengutarakan isi hatinya.

~XXX~

 

 

 

            Kyuhyun melangkah masuk kedalam rumahnya setelah menyeret paksa Yeon Hyo yang tak ingin pulang sebelum memakan gula-gula manis yang entah sejak kapan berada di pikiran yeoja itu.

Baru saja Kyuhyun melepaskan sepatunya, pandangan mata namja itu langsung tertuju pada ponsel hitam yang tergeletak di dekat dinding. Kyuhyun bergegas memungut ponsel itu dan berbalik menatap Yeon Hyo yang sejak tadi meringis karna Kyuhyun menarik pergelangan tangannya terlalu keras. Yeoja itu balas menatap Kyuhyun dengan bingung.

“Waeyo ?” tanya Yeon Hyo. Hanya itu yang dapat di katakan yeoja itu setelah melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang berubah drastis. Namja itu tampak pucat.

“Sue Yeon meninggalkan ponselnya, biasanya tidak seperti ini…” Wajah Kyuhyun semakin memucat. Yeon Hyo mendekati Kyuhyun dan menarik pergelangan tangan namja chingu-nya itu.

“Kita harus mencari Sue Yeon…Aku khawatir terjadi sesuatu padanya.. Palli ! ” seru Yeon Hyo cepat. Yeoja itu mengambil sepatu Kyuhyun dan meraih kaki sebelah kanan Kyuhyun. Memasangkan sepatu itu ke kaki Kyuhyun. Namja itu hanya tertegun menatap Yeon Hyo. Yeoja cantik itu telah selesai membantunya memakai sepatu.

“Yaakk! Kenapa malah memandangi ku seperti itu, Kyuhyun-sshi ? Kajja !” suara teriakan yeoja itu membuyarkan lamunan Kyuhyun. Namja itu tersenyum sekilas.

“Gomawo…”

~XXX~

“Yeoboseyo ? Sungmin Hyung !”

“Yeoboseyo ? Kyunnie ?”

“Ne… Hyung, ada yang hal yang ingin ku tanyakan padamu…” ujar Kyuhyun sambil berjalan mengekor di belakang Yeon Hyo yang sejak tadi bersikeras untuk mencari Sue Yeon dengan berjalan kaki saja.

“Hhmm… wae ?”

“Apakah Hyung sedang bersama Sue Yeon ?”

“Ani… waeyo Kyunnie ? Kau terdengar cemas sekali…”

“Sue Yeon menghilang, Hyung !”

“Mwoya ?! Jangan bercanda !”

“Aniyo…aku tidak bercanda, Hyung… Sue Yeon tidak ada dirumah. Dan dia meninggalkan ponselnya. Ku rasa dia mencarimu Hyung… Tadi saat kami pergi, dia bilang akan menunggu sampai Hyung datang menjemputnya…” Kyuhyun mengatur nafasnya sejenak. Yang terdengar di seberang sana hanya lah hiruk pikuk suara orang-orang yang sama sekali tidak dikenali oleh Kyuhyun.

“Tenanglah, Aku akan ikut membantu mencari Sue Yeon !” seru namja di seberang sana. Tak lama kemudian, sambungan teleponnya terputus.

Kyuhyun menatap Yeon Hyo yang langkahnya terhenti di depan sebuah taman kecil dengan cahaya lampu temaram. Yeoja itu mengernyitkan alisnya, membuat Kyuhyun penasaran dengan apa yang ia temukan.

“Ku rasa Sue Yeon tadi kesini…” ujar Yeon Hyo pelan. Yeoja itu menarik pergelangan tangan Kyuhyun, mengajaknya untuk mendekati pohon ex tua yang tertutup salju. Jari telunjuk yeoja itu terangkat ke udara, berusaha menunjuk kan sesuatu pada Kyuhyun.

“Ukiran itu…”

~XXX~

 

 

 

“Sue Yeon-ah !!” jerit Sungmin untuk yang ke sekian kalinya. Namja itu berlari kecil melewati gang-gang sempit.

Bola mata cokelat kehitamannya sibuk mencari sosok yang begitu ia cemaskan. Namja itu mempercepat larinya, dia takut semuanya terlambat. Sue Yeon tak pernah menghilang seperti ini walaupun ia berulang kali telah membuat yeoja itu merasa kecewa.

“Cho Sue Yeon !!!!” Lagi-lagi namja itu berteriak dengan nafas tersengal. Jalanan cukup licin akibat salju yang tak berhenti turun dari langit. Sungmin cukup berhati-hati walaupun pada akhirnya namja itu terjatuh karena kehilangan keseimbangan. Namja itu meringis karna lututnya menghantam aspal. Mantelnya kini mulai basah dan membuat tubuhnya kedinginan.  Namja itu berusaha bangkit dengan tertatih. Yang ada di pikirannya hanya lah menemukan Cho Sue Yeon. Dia sangat mengkhawatirkan yeoja itu. Ini sudah larut malam dan salju turun semakin lebat.

Sungmin menyeret kaki kirinya yang terluka. Namja itu mempercepat langkah walaupun rasa sakit luar biasa menjalar di kaki kirinya.

“Cho Sue Yeon !!!” jerit Sungmin memecah keheningan malam. Suaranya menggema di antara gang-gang kecil di sisi kanannya. Walaupun namja itu berusaha, tapi tetap saja langkah nya semakin lama semakin pelan. Namja itu tak sanggup lagi menggerak kan kaki kirinya yang terasa begitu sakit.

Sungmin terduduk lemas di aspal. Namja itu merintih kesakitan. Tapi tiba-tiba saja ekor matanya menangkap bayangan sesosok yeoja yang sangat ia kenali di ujung gang. Yeoja merapatkan mantel dan berjalan sambil menunduk.

Sungmin berusaha bangkit dengan bertopang pada kaki kanannya. Dan menyeret tubuhnya dengan susah payah. “Sue Yeon-ah !!” seru Sungmin. Tapi yeoja itu tak kunjung menoleh. Sungmin bersandar pada tembok yang tampaknya sudah tua dan tak kuat menahan beban lagi. Sungmin kembali berteriak memanggil Sue Yeon. Yeoja itu menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Sungmin. Bersamaan dengan runtuhnya tembok yang menimpa tubuh namja itu.

“Cho Sue Yeon, saranghae……”

~Flashback END~

 

~XXX~

 

 

 

 

*Cho Sue Yeon PoV*

 

“Oppa….jangan pergi…” bisik ku lagi. Aku menatap cemas ke arah monitor yang sejak sebulan yang lalu terus setia di samping tubuh Sungmin oppa. Akhir-akhir ini kondisinya tidak stabil. Bukan membaik, tapi semakin memburuk.

“Oppa.. kau harus menepati janji mu… Karna itu cepatlah bangun, oppa… Ku mohon bangun lah….” Aku kembali terisak di kursi ku. Tanganku menggapai dahinya yang memucat.

“Bangun lah oppa-ku yang tampan… Bangun dan tataplah aku…” Aku mendekatkan wajahku dan mengecup dahinya perlahan. Dingin. Itu yang kurasakan di bibir tipisku.

“Lee Sungmin, saranghaeyo…..” Bisik ku tepat di telinganya.

Aku terdiam beberapa saat dan menangis dalam diam. Aku ingin sekali melihatnya sembuh dan kembali mengacak pelan rambutku. Aku ingin melihatnya tertawa dan kembali mengerjaiku. Memanggilku dengan sebutan ‘dongsaeng’, padahal sebenarnya aku ingin sekali dia menatapku sebagai seorang yeoja bukan dongsaeng. Aku ingin sekali mendengar suara merdu nya yang meneriakan nama ku. Aku ingin kembali ke masa-masa itu. Ingin sekali berdebat lagi dengannya.

Suara berisik monitor yang asing di telingaku sontak membuatku menoleh. Kenapa monitor itu hanya menunjuk kan garis lurus saja ? Kenapa ?!

Aku kembali menatap wajah pucat Sungmin oppa dengan air mata menyeruak berdesakan untuk keluar dari kedua kelopak mataku.

Aku berdiri dengan tubuh gemetar. Tangan ku sontak meraih tubuh kaku itu kedalam pelukanku. Memeluknya erat dan menangis sejadinya.

“Oppa pabbo…sudah ku bilang jangan pergi…..” bisik ku lagi. Kali ini aku melepaskan tubuh namja itu dan perlahan bergerak mundur. Menjauhi tubuhnya yang sama sekali tak bergeming.

Kaki ku lemas dan aku jatuh terduduk di atas lantai. Ku pandangi wajah itu sekilas sampai pada akhirnya aku tak sanggup lagi menatapnya. Sesak. Aku tak dapat menghirup udara dengan bebas. Ku rasakan air mata mengalir deras tanpa bisa ku hentikan.

“LEE SUNGMIN !!!!!!!”

*Cho Sue Yeon PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Author PoV*

 

“Sue Yeon-ah…” ujar seorang yeoja cantik yang mengenakan pakaian serba hitam. Cho Sue Yeon menoleh ke arah yeoja itu dengan tatapan kosong. Yeon Hyo tersenyum miris dan membelai rambut Sue Yeon. Seorang namja tampan berpakaian serba hitam tampak berdiri di samping Yeon Hyo. Namja itu mengalihkan pandangannya. Dia lebih memilih menatap tepian sungai Han daripada harus menangis melihat keadaan dongsaeng-nya yang tampak sangat menyedihkan.

“Kau tak ingin ikut ke pemakaman ?” tanya Yeon Hyo lembut. Sue Yeon hanya menggeleng dan kembali menatap tepian sungai Han tanpa minat.

“Kau yakin ?” tanya Yeon Hyo lagi. Nada suaranya terdengar begitu khawatir. Sue Yeon tidak menjawab. Yeoja itu tetap menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.

“Sue Yeon-ah….” Akhirnya namja yang sejak tadi berdiri di samping Yeon Hyo mengeluarkan suaranya. Namja itu menatap Sue Yeon dengan cemas.

“Jangan seperti ini….” tambahnya yang lagi.

Kyuhyun menarik Sue Yeon kedalam pelukannya. Tanpa terasa, sebutir kilauan bening menetes di wajahnya yang tampan.

“Sue Yeon-ah… Kau masih punya oppa dan Yeon Hyo eonni-mu disini…” ujar Kyuhyun dengan suara bergetar. Namja itu tak tega melihat Sue Yeon yang sangat berbeda dari biasanya.

“Aku tak sempat mengungkapkan perasaan ku padanya, oppa….” ujar Sue Yeon dengan suara serak.

“Sungmin hyung pasti mengetahui apa yang kau rasakan Sue Yeon-ah… Dan dia pasti sedih melihatmu seperti ini… Dia sangat mencintaimu…”

Sue Yeon melepaskan pelukan Kyuhyun dan menatap oppa kandung-nya itu dengan tatapan tak percaya.

“Sungmin oppa hanya menganggapku sebagai dongsaengnya, tidak lebih !!” jerit Sue Yeon frustasi. Yeoja itu kembali menjerit dan menangis. Reaksi Sue Yeon membuat Yeon Hyo dengan cepat membuka tas nya dan mengeluarkan benda yang tak pernah di lihat oleh Sue Yeon. Yeoja itu memberikan sebuah buku kecil yang sudah terlihat kusam pada Sue Yeon.

“Itu milik Lee Sungmin, baca lah….” ujar Yeon Hyo sambil tersenyum kecut.

Sue Yeon membuka buku kecil berwarna keperakan yang pudar itu dan mulai membaca halaman demi halaman. Membuat air mata kembali mengalir membasahi wajahnya yang cantik. Sue Yeon tak kuasa membaca seluruh isi buku yang ternyata semuanya menceritakan tentang sesosok yeoja yang sangat berarti dalam hidup Lee Sungmin. Yeoja itu membalik halaman terakhir. Dan menemukan curahan hati Sungmin yang membuatnya kembali menangis sejadi-jadinya.

Sue Yeon-ah….

Aku tak tahu kapan kau akan membaca tulisanku ini…

Aku hanya berniat mengungkapkan semuanya tanpa harus menahan kegugupan ku yang selalu ku rasakan saat bertemu dengan mu…

Sue Yeon-ah… Apakah kau tahu ?

Aku selalu membicarakan mu pada siapapun yang dekat denganku….

Aku selalu menyimpan potret mu dan diam-diam memandanginya tanpa kau ketahui…

Aku selalu tersenyum saat mengingat wajahmu Cho Sue Yeon…

Bahkan aku tak tahu bagaimana rasanya menangis karna hidupku selalu dipenuhi olehmu…

Aku tak tahu bagaimana perasaan mu terhadapku….

Aku selalu takut untuk mengatakan apa yang ku rasakan terhadapmu…

Setiap kali aku melihat rintik-rintik hujan…

Aku selalu merasa kau ada di sampingku…

Membasahi duniaku yang gersang dan jiwaku yang dahaga…

Kau seperti aliran sungai yang terlihat tenang, tapi sebenarnya kau itu cukup berbahaya…

Selama ini aku selalu menyakinkan diriku sendiri…

Aku berusaha untuk menganggapmu hanya sebatas dongsaeng-ku…

Tapi ternyata aku tak dapat melakukan semua itu…

Aku tak bisa menahan perasaan ku…

Terasa sangat bahagia jika melihat mu tersenyum…

Terasa sangat sakit jika melihat mu menangis…

Aku tak tahu apa yang terjadi pada perasaan ku…

Yang ku tahu… Aku sangat mencintaimu…

Jeongmal saranghaeyo, Cho Sue Yeon…

 

-Lee Sungmin-

 

 

 

Sue Yeon menyeka air matanya yang mulai membasahi sebagian besar buku itu. Ternyata Sungmin sangat mencintainya. Yeoja itu menatap Yeon Hyo dengan pandangan tak percaya.

“Eonni….” desis Sue Yeon.

“Lee Sungmin sangat mencintaimu, Sue Yeon-ah… Dia pasti tak ingin melihat mu menangis lagi…”

Sue Yeon mengangguk dan memeluk yeoja yang sudah di anggapnya sebagai eonni-nya itu sendiri.

“Eonni-ya… gomawo…”

“Ne… sekarang kau pasti ingin mengungkapkan perasaanmu kan ? Kau ingin ikut ke pemakaman dan menemui Lee Sungmin-mu ?”

Sue Yeon kembali mengangguk. Kyuhyun tersenyum melihat dongsaeng-nya itu. Namja itu mengulurkan tangannya pada Sue Yeon dan melirik Yeon Hyo sekilas.

“Kajja ! Jangan membuat Lee Sungmin menunggu mu lebih lama lagi…”

~XXX~

 

 

 

“Lee Sungmin… apakah kau tau ?

Aku selalu mencintaimu walaupun aku tak bisa menjangkau mu lagi…

 Walaupun aku tak bisa memutar waktu dan kembali ke masa lalu…

Tapi biarkan lah perasaan ku ini mengalir dengan sendirinya…

Mengalir…

Menuju mu….

Lee Sungmin, saranghaeyo……”

 

 

-THE END-

 

 

Hiyaaaaaa…akhirnya selesai T.T

Sad ending~

Mian…kalau nangis bacanya…author galau *plaakk

[Hyo-Kyu couple] muncul di FF ini😄

Ahahhahaa…. *ketawa ala bonamana*

Mian…author gak bisa bikin FF tanpa Cho Kyuhyun dan Yoon Yeon Hyo didalamnya *aneh*

Kekekekekke~

Yang baca…WAJIB KOMMENT dan LIKE *plaakk

Kalo jadi SILENT READERS…author sumpahin gak bakal ketemu bias *kejam*

Over all…gomawo buat Cho Kyuhyun yang selalu menjadi inspirasi author selama ini…

*hug kyu*

#ditabok Sparkyu

_admin Ye-Kyu^^_

33 thoughts on “FF “River Flows in You” -OneShot-

  1. hwaaa.. eon, sad ending lagii,,
    knpa eonnie kok suka bget bkin ff sad ending sih.. nyesekk bget eon,,
    hahh.. daebakk dech eon!!

    oyaa.. eon ff Reminiscence d lnjutin lg donkk,, y eonnie *puppy eyes

  2. akhirnya aku berani baca ff ini lagi waaa >< nyesel loh eon bacanya ,erlalu sedih(?) :'D *kidding tapi walaupun sungmin yg mati:' ff eonni tetep daebak as always:")))

  3. Nggg sedih bgtttt. Kalo ngga disumpahin, aku ngga komen loh._. Hehe. Ceritanya keren, walau udah pasaran tp ttp aja nyentuh, bahasanya bagus jadi bacanya enak, walau yah udah banyak cerita kayak gn. Keren kok!

  4. hmm… kalo baca yg cast.a sungmin, inget ama senyumnya yang kiyut…
    tpi kasian ya… sungmin musti mati…. hiks.. hiks..
    Nice FF thor…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s